InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Sebuah perusahaan Malaysia sedang mengembangkan alat pemanen untuk perkebunan kelapa sawit yang dapat mempercepat mekanisasi dalam industri yang dikenal butuh fisik kuat dalam proses budidayanya, khusus di Malaysia pula diterpa kekurangan tenaga kerja.
Produksi minyak kelapa sawit -minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia- berada di posisi terendah dalam lima tahun terakhir di Malaysia, paska penutupan perbatasan dan membekukan perekrutan pekerja asing karena pandemi Covid-19 oleh pemerintah Malayasia. Petani terpaksa membiarkan buah sawit mereka membusuk di pohon, disaat harga minyak sawit sedang melonjak ke rekor tertinggi .
Kegentingan tenaga kerja mendorong urgensi dibuatnya alat pemanen dan otomatisasi “cerdas” di perkebunan kelapa sawit, yang memiliki tingkat digitalisasi rendah dibandingkan dengan industri lain, menurut Girish Ramachandran, salah satu pendiri IRGA , penyedia solusi pertanian presisi yang berkantor pusat di Kuala Lumpur. Teknologi ini juga dapat mengurangi ketergantungan Malaysia pada pekerja asing dengan membuat sektor ini lebih menarik bagi penduduk lokal.
Mesin yang dijuluki "HARVi", adalah pemotong pohon kelapa sawit pertama dengan kecerdasan digital dan perangkat lunak untuk pemanenan presisi. “Sensor digital dapat mendeteksi lokasi pekerja dan pohon, serta apakah pekerja sedang memotong buah sawit atau memangkas daun sawit,” kata Girish seperti dilansir Bloomberg.
Cara demikian memberikan transparansi yang lebih besar pada rantai pasok, disaat tekanan internasional untuk lebih ketat dalam menerapkan standar tata kelola lingkungan sosial di industri minyak sawit. “Informasi proses dari kebun hingga pabrik masih sangat rendah. Orang masih menjalankan proses manual yang tidak seluruhnya bisa ditelusuri,” katanya.
Mekanisasi di industri kelapa sawit tercatat berjalan lambat karena kondisi sektor yang sulit dan berbahaya. Tidak seperti kedelai atau rapeseed, pohon kelapa sawit memiliki tinggi sepinggang yang ditanam di lahan datar yang cocok untuk mesin pemanen, budidaya kelapa sawit sulit dilakukan di daerah yang terkadang berbukit di Malaysia dan Indonesia. (T2)










