InfoSAWIT, JAKARTA – Selama 2021 petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), berfokus untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit rakyat, menyusul petani sawit swadaya masih memiliki banyak kekurangan.
Sebab itu kata Sekjen Apkasindo, Rino Afrino, selama tahun 2021 pihaknya telah melakukan beberapa upaya yang fokus melalui lima aspek, pertama bagaimana menjaga harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. “Karena selama ini masih ada ketimpangan harga TBS diantara wilayah sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia,” tutur Rhino dalam Jumpa Pers yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (30/12/2021).
Lantas, kedua bagaimana mengoptimalkan produktivitas dan menekan biaya pokok produksi. Ketiga, bagaimana mengelola kepastian dan perlindungan aset petani. Keempat, bagaimana meningkatkan SDM Petani. Serta kelima, bagaimana membangun komunikasi lintas sectoral terkhusus dalam regulasi sawit. “Kami terus mengawal supaya regulasi yang diterbitkan berkaitan dengan komoditas sawit berpihak kepada petani sawit,” katanya.
Sementara dikatakan Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, kedepan kemitraan yang dibangun mesti melalui Kemitraan Strategis dan Setara dan bisa menjadi solusi. Kemitraan yang dimaksud oleh Apkasindo mempunyai dimensi ganda, yang pertama kemitraan rantai pasok meliputi mulai dari pelaku sektor hulu sampai sektor hilir kelapa sawit, dan yang kedua kemitraan antar Lembaga, baik dengan Kementerian/Lembaga terkait, maupun kelembagaan sektor swasta.
“Apkasindo sebagai penjembatan antara petani kelapa sawit Indonesia dengan program pemerintah (reversible), dalam hal ini peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit Indonesia dalam payung Apkasindo,” katanya. (T2)







