InfoSAWIT, JAKARTA - Sebelumnya diawal tahun 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi), memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng sawit di dalam negeri.
Menyusul meningkatnya harga minyak goreng sawit beberapa bulan terakhir telah menjadi tekanan ekonomi bagi masyarakat, apalagi minyak goreng sawit telah menjadi salah satu bahan pokok sehari-hari.
“Sekali lagi, prioritas utama pemerintah adalah kebutuhan rakyat. Harga minyak goreng sawit harus tetap terjangkau. Jika perlu, Menteri Perdagangan melakukan lagi operasi pasar agar harga tetap terkendali,” kata Jokowi dalam keterangan resminya.
Jokowi juga mengingatkan bahwa pemerintah mewajibkan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak perusahaannya yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, maupun pengolahan sumber daya alam lainnya untuk menyediakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor. Menurut Presiden, hal tersebut adalah amanat konstitusi.
Guna mendukung kebijakan pemerintah tersebut, PT Mitra Media Nusantara (MMN) selaku penerbit Media InfoSAWIT yang merupakan media segmentasi di industri kelapa sawit nasional yang telah hadir semenjak tahun 2007 lalu, turut berpartisipasi menyalurkan minyak goreng sawit kemasan premiun dengan harga Rp 14.000/liter.
Setidaknya ada sebanyak 3.600 liter minyak goreng sawit kemasan premium yang akan disalurkan InfoSAWIT ke beberapa lokasi di Jakarta. Langkah ini pula sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan, sekaligus guna mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menstabilkan harga minyak goreng sawit nasional.
Merujuk informasi dari Kementerian Perdagangan, pemerintah mulai 1 Februari 2022, bakal memberlakukan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng dengan rincian, minyak goreng curah sebesar Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp 13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp 14.000/liter.
Diungkapkan Pemimpin Umum dan sekaligus Pemimpin Redaksi InfoSAWIT, Ignatius Ery Kurniawan, pihaknya selaku media mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menstabilkan harga minyak goreng. “Langkah ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan serta upaya memberikan harga minyak goreng sawit yang layak kepada masyarakat,” katanya, Jumat (28/1/2022).
Lebih Lanjut kata Ery, apalagi sampai saat ini masyarakat Indonesia masih belum keluar dari masa pandemi covid-19, serta kembali dibayangi oleh munculnya varian virus baru Covid-19, Omicron, yang bakal memunculkan kekhawatiran baru di masyarkat, walaupun penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan.
“Dengan menyebarkan 3.600 liter minyak goreng sawit kemasan premium sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, harapannya masyarakat akan terbantu dan bisa mendapatkan minyak goreng sawit kemasan premiun dengan harga yang layak dan hiegenis,” katanya.
Sebelumnya InfoSAWIT juga telah melakukan program Kampanye Minyak Goreng Sawit Untuk Keluarga, kampanye ini bertujuan untuk mengajak kepada masyarakat untuk mengumpulkan minyak goreng sawit bekas dan ditukarkan dengan minyak goreng sawit yang baru serta hiegenis.
Kampanye ini memiliki empat manfaat yakni, pertama, masyarakat akan memperoleh minyak goreng sawit yang lebih hiegenis dengan menukarkan minyak goreng sawit bekasnya dengan minyak goreng sawit yang baru.
Lantas, kedua membantu melindungi lingkungan lantaran minyak jelantah yang sudah digunakan masyarakat tidak dibuang di saluran air dan atau sungai, yang pada akhirnya berpotensi mengganggu lingkungan.
Ketiga, berkontribusi pada upaya menghentikan penggunaan minyak goreng sawit bekas. Cara ini juga untuk memutus penggunaan minyak jelantah secara berulang yang membahayakan kesehatan.
serta Keempat, mendukung industri biodiesel sawit, lantaran kata Ery, minyak goreng sawit bekas bisa menjadi salah satu bahan baku untuk membuat biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester). (T2)







