InfoSAWIT, SINGAPURA - Anita Neville telah menjadi kepala bagian keberlanjutan dan komunikasi di Golden Agri-Resources (GAR), salah satu perusahaan minyak sawit terbesar di dunia.
Sebelumnya, Anita Neville selama dua tahun menduduki jabatan sebagai wakil presiden senior komunikasi korporat grup, dan sekarang akan bertanggung jawab atas keberlanjutan dan strategi komunikasi untuk bisnis yang terdaftar di Singapura senilai US$ 4,4 miliar, yang mengoperasikan perkebunan kelapa sawit seluas lebih dari 500.000 hektar di Indonesia.
Posisi Anita Neville akan menggantikan Agus Purnomo, yang telah bersama perusahaan selama enam setengah tahun, dan akan beralih peran menjadi penasihat dan mentor.
Ketua dan CEO GAR, Franky Widjaja, yang juga menjalankan divisi agribisnis Sinar Mas, pemilik GAR, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia ingin bisnisnya “memiliki tujuan yang jelas, untuk memberikan kontribusi positif kepada dunia serta memiliki nilai,” catatnya seperti dilansir Eco-Business.
GAR termasuk diantara perusahaan pada konferensi iklim COP26 yang berkomitmen mengakhiri deforestasi, menyusul adanya rencana Uni Eropa yang menempatkan perkebunan kelapa sawit memiliki resiko tinggi dalam deforestasi, sehingga mulai mengurangi penggunaan minyak sawit untuk biodiesel.
Sekadar informasi, sebelum bergabung dengan GAR, Neville menghabiskan lebih dari satu dekade dengan Rainforest Alliance, sebuah skema sertifikasi, dan dia juga bekerja untuk kelompok konservasi World Wide Fund for Nature di Inggris. (T2)







