InfoSAWIT, LONDON - Setiap tahun REA Kaltim kerap berpartisipasi dalam penilaian Transparansi Minyak Sawit Berkelanjutan ("SPOTT") oleh Zoological Society of London ("ZSL") yang menilai produsen, pengolah, dan pedagang minyak sawit atas pengungkapan mereka mengenai organisasi, kebijakan, dan praktik berkelanjutan terhadap masalah lingkungan, sosial dan tata kelola ("ESG").
Dalam penilaian 2021 yang diterbitkan pada bulan November 2021 lalu, skor perusahaan meningkat dari 79,8 persen menjadi 84,4 persen, dibandingkan dengan skor rata-rata 42,8 persen, sehingga perusahaan berada di peringkat ke delapan dari 100 perusahaan kelapa sawit yang dinilai.
Dikutip InfoSAWIT dari laman resmi R.E.A Holding Plc., rendahnya produksi karena tidak adanya tenaga kerja asing di Malaysia dan kurangnya pertumbuhan produksi Indonesia membuat harga CPO tetap stabil sepanjang tahun 2021. Harga CPO, CIF Rotterdam, dibuka tahun ini pada US$ 1.050 per ton, dan ditutup pada US$ 1.275/ton, setelah mencapai level tertinggi sebesar US$ 1.425/ton pada akhir Oktober 2021.
Sebagian manfaat dari harga yang lebih tinggi ini diimbangi oleh tingginya tingkat Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) yang dikenakan oleh pemerintah Indonesia, meskipun ada beberapa pelonggaran tarif yang berlaku mulai Juli 2021.
Harga jual rata-rata CPO perusahaan selama tahun 2021, termasuk premi untuk minyak bersertifikat tetapi setelah dikurangi pungutan dan Bea Ekspor, disesuaikan dengan FOB Samarinda, adalah US$ 777 per ton (2020: US$ 566 per ton). Harga jual rata-rata untuk CPKO perusahaan, dengan dasar yang sama, adalah US$ 1,157 per ton (2020: US$ 615 per ton). “Manfaat dari kenaikan harga dibandingkan dengan tahun 2020 akan lebih dari kompensasi untuk pengurangan tanaman TBS,” catat Chairman R.E.A. Holdings plc, David Blackett, dalam laman resmi perusahaan.
Sementara Covid terus menghadirkan berbagai tantangan, dampaknya terhadap kelompok tetap terbatas. Program vaksinasi kelompok dipercepat sepanjang tahun, dengan lebih dari 12.000 dosis diberikan kepada karyawan dan keluarga mereka selama tahun 2021. Program ini akan berlanjut hingga tahun 2022. (T2)










