Berita Lintas
sawitbaik

Gara-gara India, Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Capai Rekor Tertinggi



Dok. NST
Gara-gara India, Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Capai Rekor Tertinggi

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup pada level tertinggi RM 5.667 per ton untuk kontrak April.

Pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, Sathia Varqa mengatakan, harga melonjak menyusul berita pemotongan bea impor CPO oleh India menjadi 5% dari sebelumnya  7,5%.

Tutur Sathia, langkah tersebut diperkirakan akan berdampak pada pengiriman CPO masuk yang lebih tinggi ke India, menyusul adanya kebijakan pembatasan ekspor CPO Indonesia. “Sehingga prospek ekspor CPO Malaysia akan meningkat, mendorong harga minyak sawit di bursa berjangka melampaui rekor tertinggi sebelumnya,” ungkapnya kepada Bernama.

Lebih lanjut kata Sathia,  kinerja produksi minyak kedelai yang lebih kuat di Dalian Commodity Exchange juga memberikan dorongan ke pasar lokal.

Dilansir The Star, pada penutupan kontrak pada Senin (14/2/2022), kontrak berjangka CPO untuk Februari naik RM 135 menjadi RM 5.935 per ton, Maret 2022 naik RM 108 menjadi RM 5.817 per ton, April 2022 naik RM 87 menjadi RM 5.667 per ton, Mei 2022 meningkat RM 82 menjadi RM 5.499 satu ton, Juni 2022 adalah RM 76 lebih tinggi pada RM 5,326 per ton, dan Juli 2022 meningkat RM 79 menjadi RM 5,170 per ton.

Total volume turun menjadi 67.606 lot dari penutupan Jumat lalu sebesar 72.103 lot, sementara open interest naik menjadi 272.818 kontrak dari 272.630 kontrak sebelumnya. Harga CPO fisik untuk Februari naik RM 90 menjadi RM 5.950 per ton. (T2)