Berita Lintas
sawitbaik

Peluang Komersialisasi Pelumas Gemuk dari Sawit



Dok. Istimewa
Peluang Komersialisasi Pelumas Gemuk dari Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Sebenarnya prospek pengembangan gemuk sawit menjadi komersial sangat terbuka lebar. Sebab dari harganya lebih murah jika dibandingkan dengan gemuk dari bahan baku minyak bumi. Misalnya dari dua jenis gemuk, yakni gemuk sawit lithium dan gemuk sawit kalsium foodgrade.

Berdasar perkiraan Dosen Teknik Kimia Universitas Indonesia, Sukirno, harga gemuk kalsium foodgrade  dari pelumas petroleum bisa mencapai Rp 500.000, sedangkan gemuk sawit hanya berkisar Rp 100.000. “Sehingga gemuk sawit kalsium foodgrade bisa bersaing dengan gemuk dari minyak bumi,” kata Sukirno.

Padahal kelebihan teknis yang dimiliki gemuk bio sawit seperti lebih ramah lingkungan. “Prospek pengembangan gemuk sawit di Indonesia cukup karena lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan,” tegasnya kepada InfoSAWIT.

Sukirno mencontohkan, gemuk sawit kalsium selain ramah lingkungan juga non toksik. Gemuk ini bahkan bersifat foodgrade dan bisa dipergunakan untuk industri pertanian, perkebunan, rekreasi taman bermain dan pengolahan bahan makanan.

“Gemuk sawit lebih biodegradable artinya pembuangan gemuk  sawit setelah habis masa pakai bisa mudah terurai oleh mikroorganisme” kata Sukirno.

Ditambah secara teknis unggul dalam hal lubrisitas, anti aus dan mudah menguap atau terbakar. Jadi selain ramah lingkungan gemuk sawit mempunyai kelebihan mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap permukaan gemuk yang merupakan kontribusi dari senyawa-senyawa polar seperti yang ditemui pada minyak nabati lainnya.

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Mei 2010