Berita Lintas
sawitbaik

Malaysia Bakal Genjot Produksi Minyak Sawit, Setelah Pasokan Pekerja Asing Diatasi



Foto: Miftahurrohman/SawitFest 2021
Malaysia Bakal Genjot Produksi Minyak Sawit, Setelah Pasokan Pekerja Asing Diatasi

InfoSAWIT, NEW DELHI - Malaysia berencana meningkatkan produksi minyak sawitnya di tahun ini dengan masuknya lebih banyak pekerja asing, sebelumnya produksi minyak sawit Negeri Jiran itu turun 5%  pada tahun 2021 lalu lantaran kekurangan tenaga kerja akibat pandemi Covid-19.

Ribuan pekerja perkebunan baru akan direkrut dari Bangladesh, India, dan Indonesia guna menutupi kekurangan tersebut karena permintaan minyak sawit Malaysia terus meningkat.

Malaysia akan dapat memasok lebih banyak minyak sawit [ke pasar luar negeri] ketika masalah kekurangan tenaga kerja bisa diatasi. Rencananya  Pemerintah Malaysia akan membawa 32.000 lebih banyak pekerja asing. “Permohonan dari pengusaha sedang diproses,” kata Menteri Perkebunan dan Komoditas Datuk Zuraida Kamaruddin seperti dilansir  Bernama.

Tercatat produksi minyak sawit Malaysia tahun lalu turun menjadi 18,1 juta ton dari 19,1 juta ton pada 2020 karena kontrol perbatasan Covid-19 mengganggu perekrutan tenaga kerja.

Dalam diskusinya pada hari Senin (21/2/2022) dengan Menteri Luar Negeri India, V Muraleedharan, Zuraida mencatat peningkatan permintaan tenaga kerja asing di industri perkebunan Malaysia.

“Pertemuan saya [dengan Muraleedharan] adalah tentang membuat pengaturan jangka panjang untuk pasokan tenaga kerja di sektor perkebunan,” katanya.

Mereka membahas penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara dalam hal ini. Pada saat yang sama, Malaysia sedang menggarap mekanisasi industri perkebunan untuk mengurangi ketergantungannya pada tenaga kerja asing.

Proyek tersebut bernilai RM 60 juta bekerja sama dengan Mechanization and Automation Research Consortium of Oil Palm (MARCOP) telah disetujui tahun lalu untuk memberikan solusi otomatisasi dalam tiga hingga lima tahun.

Mengomentari perdagangan komoditas dengan India, Zuraida mengatakan ada ruang bagi perusahaan India dan Malaysia untuk mendirikan usaha patungan untuk produk hilir berbasis minyak sawit.

India membeli sekitar 3,6 juta ton minyak sawit tahun lalu, meningkat 31% dari volume pada tahun 2020.

Seperti dilansir The Edge Markets, Zuraida mengatakan sementara India diperkirakan akan membeli lebih banyak minyak sawit Malaysia untuk memenuhi permintaan konsumsi domestik, perusahaan dari kedua negara dapat mendiversifikasi hubungan perdagangan dengan kolaborasi dalam teknologi dan produk baru untuk pasar regional yang lebih luas. (T2)