Berita Lintas
sawitbaik

Sawit Ikut Kontribusi Pada Pengurangan Emisi GRK



Sawit Ikut Kontribusi Pada Pengurangan Emisi GRK

InfoSAWIT, JAKARTA -  Diungkapkan Sekretaris Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Achmad Maulizal, faktanya industri perkebunan kelapa sawit telah turut serta berkontribusi dalam menciptakan iklim yang lebih baik, dan menjadi bagian dalam Climate Action, yang mana pengurangan Emisi adalah prioritas utama Indonesia berdasarkan Paris  Agreement. Target penurunan emisi sulit dicapai tanpa kontribusi langsung dari sektor kelapa sawit.

Secara umum kata Mauli, Indonesia telah berjanji akan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada 2030 sebanyak 29% dengan usaha sendiri dan sebanyak 41% dengan bantuan internasional. Dengan diterapkannya program Mandatori Biodiesel sawit,  merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan penggunaan energi  terbarukan dan upaya mengurangi emisi.

Tidak itu saja, kata Mauli, Program Peremajaan Sawit Rakyat untuk  meningkatkan produktivitas dan mengurangi  pembukaan lahan ilegal, penerapan ISPO,  Moratorium hutan primer & lahan gambut, termasuk melakukan pengelolaan pencegahan kebakaran hutan dan  peningkatan partisipasi masyarakat untuk  pelestarian hutan.

“Pemanfaatan POME (Palm Oil Mill Effluent) untuk  meningkatkan rasio elektrifikasi di pedesaan. POME berpotensi Memberikan listrik pada 1,4 juta  rumah tangga dan mampu mereduksi 9,8 Juta Ton C02,” katanya dalam acara Seminar Nasional yang diadakan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi bertajuk “Peran Generasi Muda Menghadapi Black Campaign Kelapa Sawit”, Selasa (1/3/2022), yang diikuti InfoSAWIT.

Mauli juga memastikan bahwa perkebunan kelapa sawit tidak merusak hutan (deforestasi), justru perkebunan kelapa sawit berkembang mengisi lahan terlantar akibat praktik perambahan hutan. “Sawit justru membantu dalam penghijauan kembali,” tandas dia. (T2)