Berita Lintas
sawitbaik

2021, Laba Bersih Wilmar Melesat US$ 1,89 Miliar



Foto: Rafi Brata Alfanu/Sawitfest 2021
2021, Laba Bersih Wilmar Melesat US$ 1,89 Miliar

InfoSAWIT, SINGAPURA – Wilmar International Limited (“Wilmar”), perusahaan agribisnis terkemuka di Asia, melaporkan rekor laba bersih sebesar US$ 1,89 miliar untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 (“FY2021”) (FY2020: US$ 1,53 miliar). Tidak termasuk keuntungan dari item non-operasional dan perubahan nilai wajar aset biologis, laba bersih inti untuk tahun 2021 meningkat 24% menjadi US$ 1,84 miliar (FY2020: US$1,49 miliar). Hasil yang solid dicapai didukung oleh kinerja yang kuat pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini.

Sementara untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 (“2H2021”), laba bersih meningkat 23% menjadi US$ 1,14 miliar (2H2020: US$ 923,6 juta) sementara laba bersih inti meningkat 30% menjadi US$ 1,11 miliar (2H2020: US$ 850,8 juta). Ini adalah laba bersih tahun penuh dan paruh kedua tertinggi yang diraih Grup sejak melantai di bursa.

Dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, hasil yang baik ini disebabkan oleh kinerja yang kuat di sektor pakan  dan produk industri serta, didukung menguatnya perkebunan dan penggilingan gula yang berlanjut hingga paruh kedua tahun ini. Kinerja yang baik pada Pakan dan Produk Industri didukung oleh marjin penyulingan yang baik dan volume penjualan yang berkelanjutan dari operasi minyak tropis midstream, serta kontribusi yang stabil dari kegiatan perdagangan gula, meskipun ini sebagian dipengaruhi oleh marjin yang lebih tipis dan volume penjualan yang lebih lemah dari kedelai.

Untuk sektor pengi;ahan, didukung harga minyak sawit dan gula yang lebih tinggi semakin mendorong pertumbuhan Perkebunan & Penggilingan Gula di 2H2021. Namun demikian, biaya bahan baku yang tinggi berdampak pada Produk Makanan, karena biaya bahan baku meningkat lebih cepat daripada penyesuaian harga jual.

Pertumbuhan yang kuat dari investasi Grup di Afrika memberikan kontribusi yang baik terhadap Grup di 2H 2021 tetapi kontribusi keseluruhan dari investasi dipengaruhi oleh bagian hasil yang lebih lemah terutama dari entitas asosiasi dan usaha patungan Grup di China dan Eropa.

Pendapatan meningkat 30% menjadi US$ 36,26 miliar pada 2H 2021 (2H 2020: US$ 27,87 miliar) terutama sebagai akibat dari harga komoditas yang lebih tinggi. Selain itu, volume penjualan untuk Produk Makanan kemasan menengah dan curah serta minyak tropis tumbuh selama periode tersebut, meskipun pertumbuhan tersebut dihambat oleh melemahnya penjualan minyak sayur dan biji-bijian serta penjualan barang-barang gula. Pendapatan untuk FY2021 meningkat 30% menjadi US$ 65,79 miliar (FY 2020: US$ 50,53 miliar). (T2)