Berita Lintas
sawitbaik

Produksi CPO Lebih Rendah, Juga Jadi Alasan Harga CPO Menjulang Tinggi



Dok. InfoSAWIT
Produksi CPO Lebih Rendah, Juga Jadi Alasan Harga CPO Menjulang Tinggi

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Dengan adanya permintaan minyak sawit mentah (CPO) yang lebih tinggi di pasar global juga berkontribusi pada penurunan stok minyak sawit, menyusul produksi CPO yang lebih rendah saat ini juga berkontribusi pada kenaikan harga CPO tersebut.

Pada Januari 2022, produksi turun 13,5% menjadi 1,25 juta ton dari 1,45 juta ton pada Desember 2021 terutama disebabkan oleh hujan muson dan kekurangan tenaga kerja yang dihadapi oleh perkebunan kelapa sawit, terutama selama kegiatan panen dan pengumpulan tandan buah segar.

Dikatakan Direktur Jenderal MPOB, Datuk Dr Ahmad Parveez Ghulam Kadir, tingginya harga CPO saat ini telah menyebabkan pendapatan yang lebih tinggi di kalangan pelaku industri termasuk petani kelapa sawit dan perkebunan.

Hal ini juga memberikan pendapatan tambahan kepada pemerintah melalui penerimaan pajak yang lebih tinggi dari bea keluar CPO, retribusi windfall profit dan pajak perusahaan.

Selain itu, harga CPO yang lebih tinggi juga menyebabkan pendapatan ekspor yang lebih tinggi pada akhirnya menguntungkan perekonomian, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Berdasarkan faktor fundamental dan sentimen saat ini, MPOB memperkirakan harga CPO akan tetap pada kisaran RM 5.000 – RM 8.000 hingga April hingga Mei 2022 sebelum stabil hingga masuk musim produksi CPO yang tinggi. “Harga CPO diperkirakan rata-rata RM 4.250 per ton pada periode 2022,” tandas dia, seperti dilansir The Edge Markets. (T2)