JAKARTA – Perusahaan yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I), PT Pelabuhan Indonesia ( Pelindo 1 ) akan mulai ekspansi lima proyek pelabuhan tahun ini.
Menurut The Jakarta Post, beberapa waktu lalu, lima pelabuhan yang terlibat adalah Pelabuhan Malahayati, Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung Pelabuhan, Pelabuhan Dumai dan Batam Pelabuhan. Dengan investasi sebesar US $ 1,2 miliar.
Pelindo I mengklaim, pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di Sumatera Utara akan menjadi salah satu pelabuhan terbesar di dunia.
Pada tahun 2014, Pelindo 1 mendirikan anak perusahaan PT Prima Multi Terminal untuk menjalankan proyek pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung . Tahap pertama ekspansi diperkirakan memakan waktu tiga tahun dan akan mencakup pembangunan terminal cairan massal dan terminal multi-tujuan . Fasilitas ini diharapkan dapat menangani total kapasitas 3,5 juta ton minyak sawit, 4,000teu kargo dan satu juta ton curah kering . Pelabuhan akan diintegrasikan dengan kawasan industri 1,000ha .
Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan pelabuhan bisa menjadi pusat transit untuk pengiriman minyak sawit dan aluminium ke Eropa . Ia percaya lokasinya yang strategis bahkan bisa bersaing dengan Singapura.
“Setelah pelabuhan sepenuhnya dikembangkan, maka banyak kapal-kapal besar menuju ke Eropa dapat mengangkut via Pelabuhan Kuala Tanjung bukan melalui Singapura,” ujarnya.
“Singapura memiliki kelemahan dalam sumber daya alam, tetapi telah membangun klaster industri, jadi tidak ada alasan mengapa Indonesia tidak bisa melakukan hal yang sama,” jelas Direktur Pelabuhan Rotterdam, penasihat Pelindo 1 untuk proyek ini, Roger Clasquin. (T3)










