KUALA LUMPUR - Pada pasar bursa berjangka Malaysia tercatat terus naik, bahkan harga minyak melonjak dan survei menunjukkan penurunan stok pada akhir Februari 2022 lalu.
Diungkapkan Kepala Penelitian Minyak Nabati Sunvin yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, harga minyak sawit secara umum terlihat diperdagangkan pada level tertinggi bulan ini dan koreksi turun dari level ini kemungkinan besar disebabkan gangguan permintaan dari pasar tujuan.
Untuk minyak biji-bijian melihat situasi yang ketat dengan pengurangan kedelai dan tanaman lobak di Amerika Selatan dan Kanada, sementara minyak bunga matahari sedang berupaya untuk mempertahankan kecepatan ekspor di tengah invasi Rusia ke Ukraina, kata Anilkumar, dilansir Reuters.
Invasi tersebut telah menghentikan pengiriman minyak bunga matahari Ukraina ke UE yang biasanya mewakili sekitar 200.000 ton per bulan, kelompok industri minyak nabati FEDIOL mengatakan pada Jumat, (4/3/2022), kondisi ini telah mengakibatkan Uni Eropa menghadapi kekurangan pasokan.
Stok minyak sawit Malaysia pada akhir Februari kemungkinan turun 11,4% dari bulan sebelumnya menjadi 1,38 juta ton, terendah dalam lebih dari 10 bulan, karena produksi menyusut selama empat bulan berturut-turut sementara ekspor melonjak, survei Reuters menunjukkan pada minggu lalu. (T2)







