Berita Lintas
sawitbaik

Bangladesh Pangkas Bea Masuk Impor Minyak Sawit Jadi 10%



Bangladesh Pangkas Bea Masuk Impor Minyak Sawit Jadi 10%

InfoSAWIT, DHAKA – Bangladesh melalui Kementerian Perdagangan akan memotong bea masuk impor minyak nabati dalam upaya menstabilkan harga komoditas ditingkat domestik akibat melonjaknya biaya pangan global kata pejabat setempat, Selasa (15/3/2022).

Tercatat Pemerintah Bangladesh telah memutuskan untuk menurunkan bea masuk minyak nabati menjadi 10% dari sebelumnya 15% sebelumnya, dan akan berlaku segera, tetapi tanpa memberikan rincian, dilansir Reuters.

Tercatat pada tahun 2010, Bangladesh mengimpor 1,38 juta ton minyak nabati , di mana 1,015 juta ton di antaranya  minyak sawit, menurut catatan Oil World.

Bangladesh memenuhi pasokan minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia dan minyak kedelai dari Brazil dan Argentina. Pada 10 Februari 2022, harga minyak sawit telah menyentuh RM 3.967  per ton.

Analis mengatakan permintaan minyak nabati di negara berpenduduk 150 juta orang itu untuk makanan tahun 2022 kemungkinan akan turun akibat harga yang tinggi.

“Pasar kami sangat tergantung harga. Sebelumnya kami telah melihat bahwa permintaan minyak nabati turun 10% karena konsumsi yang lebih rendah akibat harga melampaui biasanya,” kata Manajer Regional Dewan Minyak Sawit Malaysia untuk Bangladesh, Nepal dan Myanmar, AKM Fakhrul Alam.

Hanya saja upaya pemotongan bea masuk impor Bangladesh, tidak akan berdampak signifikan lantaran harga komoditas di dunia masih sangat tinggi.

Secara terpisah, bank sentral meminta semua bank untuk mengenakan tingkat bunga maksimum 12% pada pinjaman yang digunakan untuk mengimpor komoditas penting seperti minyak goreng sawit, gula, kacang-kacangan, bawang merah dan buah-buahan. Inflasi makanan di Bangladesh  telah mencapai 11% pada bulan Desember 2021. (T2)