Berita Lintas
sawitbaik

PMK No 23/2022 Terbit, Pungutan Ekspor Sawit Bersifat Progresif Tertinggi US$ 375/ton



Foto: Hendra_sawitfest 2021 / Ilustrasi Proses Minyak Sawit
PMK No 23/2022 Terbit, Pungutan Ekspor Sawit Bersifat Progresif Tertinggi US$ 375/ton

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebelumnya dalam upaya menstabilkan harga minyak goreng sawit, pemerintah menerapkan kebijakan subsidi, lantas disusul penerapan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO), kini pemerintah menerapkan peningkatan Pungutan Ekspor secara progresif.

Sesuai PMK No 23 Tahun 2022, tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57 /PMK.05/2020 Tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Pada Kementerian Keuangan, yang terbit tanggal 18 Maret 2022, mencatat terdapat perubahan pungutan ekspor minyak sawit.

Merujuk regulasi yang didapat InfoSAWIT, produk dengan HS number 15, seperti crude palm oil, crude palm kernel oil, crude palm olein, crude palm stearin, crude palm kernel olein, crude palm kernel stearin, dikenakan secara progresif, dengan nilai tertinggi dibanding produk sawit lainnya.

Merujuk regulasi tersebut, jika harga dalam rentang US$ 1.000/ton – US$ 1.050/ton, maka akan dikenakan PE sejumlah US$ 175/ton. Rentang US$ 1.050 – US$ 1.100/ton dikenakan PE US$ 195/ton, rentang US$ 1.100 – US$ 1.150/ton dikenakan PE US$ 215/ton, rentang US$ 1.150 – US$ 1.200/ton dikenakan PE US$ 235/ton, rentang US$ 1.200 – US$ 1.250/ton dikenakan PE US$ 255/ton, rentang US$ 1.250 – US$ 1.300/ton dikenakan PE US$ 275/ton, rentang US$ 1.300 – US$ 1.350/ton dikenakan PE US$ 295/ton, rentang US$ 1.350 – 1.400/ton dikenakan PE US$ 315/ton, rentang US$ 1.400 –US$ 1.450/ton dikenakan PE US$ 335/ton, rentang US$ 1.450 – US$ 1.500/ton dikenakan PE US$ 355/ton, dan bila harga diatas US$ 1.500/ton dikenakan PE US$ 375/ton.

“Pasal II, Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 18 Maret 2022,” demikian catat regulasi tersebut. (T2)

Download PMK No 23 Tahun 2022