Berita Lintas
sawitbaik

Masih Banyak Petani Sawit Swadaya Tak Tahu ISPO



foto: Dea Kinanti_Sawitfest 2021/ ilstrasi kebun sawit
Masih Banyak Petani Sawit Swadaya Tak Tahu ISPO

InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan, Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Labuhan Batu Utara (Labura), Ihsana Yanti, dari hasil survey ke 197 Petani sawit swadaya sebagai responden di desa Aekhitetoras, tercatat sebanyak 98% tidak mengetahui tentang sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan semua responden belum tersertifikasi.

Kalaupun ada petani yang mengetahui mengenai sertifikasi ISPO, mereka bakal membayangkan bahwa sertifikasi merupakan proses yang membutuhkan biaya sangat mahal, lantas persyaratan untuk memperoleh sertifikasi sangat ketat dan sulit didapat. “Mereka (petani) tidak paham bagaimana cara untuk memperoleh sertifikat ISPO,” kata Ihsana dalam sebuah acara di Bogor, akhir tahun 2021 lalu.

Sebab itu untuk sertifikasi ISPO bagi petani sawit swadaya, kata Ihsana, perlu dilakukan pendataan dan pemetaan lahan petani sawit swadaya, untuk memperkuat basis data yang jelas, kemudian  memperkuat kapasitas petani dengan pendidikan dan pelatihan.

Termasuk juga melakukan penyelesian legalitas usaha dan tanah. Disini kata Ihsana, pemerintah perlu memastikan mekanisme pemberlakuan harga dan tata niaga sawit , agar klaim kesejahteraan betul-betul dirasakan petani.

“Mendorong kemitraan langsung dengan pabrik, perlu mendorong keberagaman sumber nafkah pada petani sawit, dengan usaha di sektor pertanian selain sawit atau non pertanian, serta  melakukan sosialisasi tentang sertifikasi berkelanjutan termasuk ISPO harus dilkukan di level petani sawit,” tandas Ihsana. (T2)

Sumber Majalah InfoSAWIT Edisi Januari 2022