Berita Lintas
sawitbaik

Minyak Sawit Kembali Perkasa, Harga Kontrak Pengiriman Mei 2022 Naik 3,7%



Foto: Jefri Tarigan/SawitFest 2021
Minyak Sawit Kembali Perkasa, Harga Kontrak Pengiriman Mei 2022 Naik 3,7%

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Setelah empat hari berturut turut harga minyak sawit mentah (CPO) turun, dan kini kembali melonjak karena minyak mentah jenis Brent kembali stabil, serta para pedagang melihat ada tanda-tanda permintaan ekspor yang lebih kuat, mendorong kontrak berjangka minyak sawit untuk pengiriman Mei naik 3,7% menjadi RM 6.359 per ton, kenaikan ini terbesar dalam seminggu, sebelum ditutup pada RM 6.335/ton.

Sementara, kontrak harga minyak sawit di Juni 2022, tercatat memiliki volume tertinggi, naik sebanyak 4,8%. Kenaikan harga ini didukung oleh pemulihan minyak mentah dan pasar minyak nabati Dalian yang lebih kuat, menurut Sathia Varqa, pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura.

“Permintaan dari Timur Tengah dan China juga akan tetap kuat di bulan Maret 2022, yang akan mendorong ekspor Malaysia,” katanya dilansir The Malaysian Reserve.

Data surveyor kargo menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia naik antara 13% sampai 16% pada kuartal pertama Maret dari sebulan lalu. Pengiriman melonjak lebih dari 600% ke Turki dan 559% ke seluruh Timur Tengah, dan naik 120% ke China, menurut SGS Malaysia Sdn Bhd.

Lonjakan kargo ke Turki dan Timur Tengah kemungkinan mencerminkan gangguan ekspor minyak bunga matahari dari Laut Hitam.

Namun demikian, harga minyak sawit telah kehilangan sebagian besar momentumnya paska invasi Rusia ke Ukraina, dan harga tetap jauh di bawah rekor RM 7.268 yang pernah dicapai sebelumnya. Fokus telah bergeser ke prospek produksi yang lebih tinggi bulan ini, kata Varqa.

Investor juga mencermati potensi perubahan kebijakan di Indonesia, yang berusaha untuk menstabilkan harga minyak goreng sawit lokal.

Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan baru yang tidak lagi mengharuskan eksportir mengalokasikan lebih banyak pasokan minyak sawit untuk pasar domestik. (T2)