JAKARTA - Volume ekspor minyak sawit ke Amerika Serikat juga cukup memuaskan di tahun 2014 mengingat pada tahun 2014 pasokan kedelai melimpah di Amerika, dan pada pertengahan tahun pemerintah AS menggalakkan peningkatan penggunaan biodiesel dengan kedelai sebagai feedstock yang pendanaannya disalurkan melalui USDA.
Pada tahun 2014, ekspor minyak sawit ke AS meningkat 25% dari 381,4 ribu ton di 2013 menjadi 477,2 ribu ton di 2014. Demikian papar Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, dalam sebuah pernyataan, beberapa waktu lalu.
Selain itu peningkatan volume ekspor minyak sawit Indonesia ke pasar baru di negara Timur Tengah juga cukup menggembirakan.
Menurut data yang diolah GAPKI volume ekspor minyak sawit Indonesia ke negara Timur Tengah pada tahun 2014 meningkat 16% dari dibandingkan tahun lalu atau dari 1,98 juta ton di tahun 2013 menjadi 2,29 juta ton di tahun 2014.
“Meningkatnya permintaan minyak sawit di Timur Tengah tidak terlepas dari variabel harga minyak sawit dan minyak nabati lainnya dan keterbatasan dari negara Timur Tengah memproduksi minyak nabati sendiri. Selain itu meningkatnya GDP negara Timur Tengah dan populasi yang meningkat cukup tinggi juga meningkatkan konsumsi,” jelas Fadhil. (T3)










