InfoSAWIT, AIR UPAS - Dua perkumpulan petani sawit swadaya yakni Perkumpulan Mitra Harapan (PMH) yang merupakan dampingan PT. HSL, dan Perkumpulan Swadaya Poliplant (PSP) yang merupakan dampingan dari PT. PSA, berlokasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat melakukan Deklarasi Implementasi Standar ISPO dan RSPO.
Deklarasi ini terwujud setelah melalui proses panjang sejak Juni 2021 melalui program pemberdayaan untuk petani swadaya menuju sertifikasi ISPO dan RSSPO oleh PT. HSL dan PT. PSA. Program mendapatkan dukungan dari IDH dan JDE, serta dalam implementasi program, berkerja sama dengan Yayasan FORTASBI Indonesia.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dedi Junaedi mengungkapkan agar Kalimantan Barat bisa menjadi salah satu lokasi center of excellence dari pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Ia juga mendorong penguatan kelembagaan petani kelapa sawit swadaya serta berharap agar sawit di Indonesia dapat dikenal sebagai sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Proses ini memerlukan dukungan dari semua pihak,” katanya dalam Deklarasi, pada Jumat (26/3/2022), yang dihadiri InfoSAWIT.
Sementara, Ketua Yayasan FORTASBI Indonesia, H. Narno berharap pendampingan ISPO dan RSPO di Kabupaten Ketapang bisa terus berlanjut dengan deklarasi PMH dan PSP sebagai perkumpulan yang tersertifikasi ISPO dan RSPO.
Deklarasi yang digelar secara daring dan luring ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, perusahaan, pihak RSPO dan para petani sawit swadaya.
Sebagai catatan tambahan, Perkumpulan Mitra Harapan (PMH) memiliki jumlah anggota 393 petani dan luas lahan 1.547 hektare, sementara Perkumpulan Swadaya Poliplant (PSP) memiliki jumlah anggota 2.543 orang dan luas lahan 4.493 hektare.
Meski proses pendampingan dilalui dengan sejumlah tantangan, salah satunya pandemi Covid-19 yang membuat banyak aktivitas tertunda, agenda pendampingan tetap berjalan dengan baik. Tercatat mulai 10 Februari hingga 18 Maret 2022, sudah ada 817 petani anggota PMH dan PSP yang mendapat pelatihan di antaranya terkait standar ISPO, RSPO, HCV, HCS, dan literasi keuangan. Ke depannya, ditargetkan ada lebih dari 4.000 petani yang akan mendapatkan pelatihan ISPO dan RSPO sampai 2023. (T2)







