Berita Lintas
sawitbaik

Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun Jadi Contoh Praktik Sawit Berkelanjutan di Inhu



Petani  Sawit Swadaya Karya Serumpun Jadi Contoh Praktik Sawit Berkelanjutan di Inhu

InfoSAWIT, INDRAGIRI HULU - Pencapaian Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat, kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Indragiri Hulu, Sri Wahyu Haryanto.

“Saya berharap prestasi ini dapat menjadi model bagi kelompok petani sawit lainnya di daerah ini dan mendorong mereka untuk menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan,” kata Haryanto.

Sementara itu, Director Sustainable Sourcing dari Unilever, Martin Huxtable mengatakan, “Petani sawit swadaya adalah mitra yang berharga, itulah sebabnya kami senang mendengar bahwa para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau kini telah tersertifikasi RSPO”.

“Hal ini terwujud berkat kerja keras mitra kami Widya Erti Indonesia, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun dan para petani sawit swadaya, dan kami berharap kerja sama yang sudah terjalin akan terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penerapan praktik kelapa sawit berkelanjutan sesuai P&C RSPO akan menjadi contoh dari dampak perubahan hidup yang dapat dicapai ketika pemangku kepentingan yang berbeda bersatu untuk tujuan yang sama.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun, Juliono, mengungkapkan bahwa proses awal dalam upaya mendorong petani agar beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan merupakan hal yang cukup menantang.

“Sebelumnya tidak ada pemahaman mengenai sertifikasi RSPO dan masih ada anggota yang mempertanyakan manfaat penerapan P&C RSPO,” katanya.

Namun, Juliono menambahkan, dengan terus mensosialisasikan konsep dan memberikan pemahaman tentang manfaat mengikuti sertifikasi RSPO,  para petani sawit anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun sepakat untuk melanjutkan proses sertifikasi RSPO.

“Setelah melalui berbagai proses pendampingan, akhirnya para petani menjadi lebih memahami tentang perawatan kebun yang baik, cara pemupukan, penanggulangan gulma, pengendalian hama dan penyakit, serta tata cara pemanenan TBS yang baik,” kata Juliono.

“Penerapan sertifikasi RSPO terbukti sangat bermanfaat, kebun kelapa sawit jadi terawat dengan baik, hasil produksi meningkat, nilai perkebunan petani lebih tinggi, dan legalitas lahan/ kebun menjadi jelas,” kata Juliono.

Hal positif lainnya yang didapat, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Karya Serumpun telah bertambah anggotanya dari 200 anggota menjadi 825 petani, dan 304 di antaranya kini telah memperoleh sertifikasi RSPO. (T2)