InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Akibat kekurangan pasokan minyak bunga matahari yang tiba-tiba, telah memaksa produsen makanan untuk membatalkan larangan terhadap minyak sawit dan kembali menggunakan minyak sawit sebagai bahan baku dan menggoreng makanan mereka.
Misalnya Supermarket Iceland, sebelumnya pada tahun 2018 lalu telah berjanji untuk menghilangkan minyak sawit dari semua produk makanan mereknya sendiri, membuat perubahan dan kembali menggunakan minyak sawit.
Supermarket tersebut telah melarang minyak kelapa sawit dari makanan mereknya sendiri untuk menentang deforestasi hutan tropis.
Managing Director Iceland, Richard Walker menyatakan penyesalan yang besar karena harus membatalkan janjinya untuk menghapus minyak sawit dari semua barang yang diproduksinya sendiri.
Produsen Minyak Sawit Protes Keras Atas Rencana Kebijakan Iceland
“Satu-satunya alternatif ialah menggunakan minyak sawit dalam situasi saat ini adalah dengan memenuhi lemari es dan rak kami dari berbagai macam bahan pokok termasuk produk makanan kentang,” katanya dilansir Daily Telegraph .
lebih lanjut tutur Walker, langkah itu adalah upaya terakhir dan tindakan sementara, serta pihaknya hanya akan menggunakan minyak sawit berkelanjutan yang bersertifikat sebagai bahan bakunya.
Sementara pengamat industri sawit Malaysia, MR Chandran, Iceland akhirnya sadar akan fakta bahwa mereka tidak dapat menempatkan produk makanan di rak ritelnya tanpa minyak kelapa sawit sebagai bahan bakunya, seperti dilansir Bernama.
Tatkala menolak minyak sawit, Supermarket Iceland telah menugaskan Greenpeace untuk memproduksi video Rang Tan pada November 2018 guna meningkatkan penjualan musim Natal milik Iceland.
RSPO Tidak Sepakat Dengan Cara Iceland
Media Inggri, Daily Telegraph juga melaporkan bahwa produsen makanan Inggris telah memperingatkan bahwa pasokan komoditas minyak nabatai bisa habis dalam beberapa minggu, karena pasokan bunga matahari yang tidak bisa keluar dari Ukraina dan Rusia.
Saat ini kedua negara, sedang berperang, padahal mereka menguasai pasokan hampir 70% minyak bunga matahari di dunia. (T2)







