InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga Minyak sawit di bursa berjangka Malaysia naik pada Senin (4/4/2022) setelah turun selama tiga sesi berturut-turut hingga mencapai level terendah selama enam minggu ini, kenaikan ini dampak dari naiknya harga minyak kedelai di Chicago.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 125/ton, atau naik sekitar 2,25%, menjadi RM 5.691 (US$ 1.349,54) per ton di awal perdagangan.
Kejadian ini akibat ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk Maret naik 7,2% menjadi 1.331.400 ton dibanding Februari, merujuk laporan cargo surveyor Societe Generale de Surveillance pada Jumat lalu.
Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,1% setelah naik 1,8% dari sesi sebelumnya. Bursa Dalian pun ditutup untuk hari libur umum.
Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lain karena bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah kembali melemah karena investor mengamati pelepasan pasokan dari cadangan strategis dari negara-negara konsumen, sementara gencatan senjata di Yaman dapat meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Akibat minyak mentah berjangka yang harganya lebih rendah membuat kelapa sawit menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.
Harga minyak sawit diperkirakan sekitar RM 5.512 per ton, sementara harga terendahnya sekitar RM 5.246-5.384/ton, catat analis teknis Reuters, Wang Tao. (T2)







