JAKARTA - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher mengatakan, sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) ini bertujuan agar produksi minyak sawit Indonesia mampu merebut pasar global. Sebab, di pasar global, produk kelapa sawit maupun turunannya harus sesuai dengan prinsip green industry yang termuat dalam materi ISPO.
"Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah di pusat dan daerah untuk memastikan produksi sawit petani swadaya memenuhi standar global," kata Zulher dalam rilisnya, Minggu (1/2/2015) yang dikutip ROL.
ISPO sendiri awalnya hanya mandatori bagi perusahaan kelapa sawit, namun kini juga diterapkan pada petani swadaya dan Riau menjadi projek percontohan sertifikasi bagi petani.
Zulher menjelaskan, salah satu syarat yang harus dipenuhi petani swadaya atau kelompok tani untuk mendapatkan sertifikasi ISPO ini adalah, mereka harus menjadi binaan perusahaan perkebunan yang telah mendapatkan sertifikasi ISPO. (T3)







