InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa berjangka Malaysia tercatat naik lebih dari 2% pada Selasa (5/4/2022), menyusul adanya penguatan harga minyak mentah di bursa berjangka, dan adanya survei menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia di akhir Maret 2022 yang ketat.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 147/ton, atau naik sekitar 2,58%, menjadi RM 5.839 ringgit (US$1.384,96) per ton di awal perdagangan, memperpanjang kenaikan pada sesi kedua.
Dilansir Reuters, kenaikan ini didorong meningkatnya harga minyak mentah di pasar bursa, menyusul adanya potensi sanksi lebih lanjut akibat dugaan kejahatan perang oleh pasukan Rusia di Ukraina menambah kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
Tercatat harga minyak mentah di bursa berjangka lebih tinggi membuat kelapa sawit menjadi pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.
Survei Reuters menunjukkan pada hari Senin (4/4/2022), produksi Malaysia pada Maret 2022 tercatat meningkat 16,4% dibanding bulan sebelumya dan menjadi tertinggi setelah 3 bulan, menjadi 1,32 juta ton,.
Namun, peningkatan ekspor dan impor yang lebih rendah kemungkinan mengimbangi produksi, menjaga persediaan akhir Maret tetap ketat di 1,53 juta ton - naik 0,5% dari bulan sebelumnya, menurut survei.
Analis teknis Reuters Wang Tao, memprediksi harga inyak kelapa sawit berada di kisaran RM 5.855-5.966 ringgit per ton. (T2)







