InfoSAWIT, JAKARTA - Pada akhir 2021, dua anak perusahaan ANJ, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). ANJ juga mendapatkan pengakuan dari sejumlah lembaga penilai kinerja Environment, Social and Governance (ESG)dan keterbukaan di tingkat global, seperti CDP, Sustainability Policy Transparency Toolkit (SPOTT), dan Sustainalytics.
Pemeringkatan yang dilakukan oleh Sustainalytics, perusahaan pemeringkat ESG terkemuka yang merupakan bagian dari kelompok Morningstar, menempatkan ANJ pada peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ketiga di dunia dengan risiko ESG terendah untuk bidang perkebunan dari seluruh perusahaan dunia yang dinilai oleh Sustainalytics.
Hasil pemeringkatan Sustainalytics mencatat bahwa meski ANJ menghadapi risiko ESG yang tinggi, manajemen ANJ melakukan pengelolaan risiko dengan andal. SPOTT, platform pengungkapan publik dalam hal kinerja ESG perusahaan kelapa sawit, memberikan skor 82,9%, jauh di atas nilai rata-rata dari 100 perusahaan kelapa sawit dunia yang dinilai SPOTT yaitu 42,8%.
Sejalan dengan visi misi perusahaan, ANJ berkomitmen untuk menjadi perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang terdepan dan paling siap dalam penerapan aspek ESG. Komitmen ANJ diwujudkan melalui langkah-langkah strategis sebagai bagian dari perjalanan keberlanjutan ANJ, yang mencakup antara lain penggunaan bahan bakar organik dan ramah lingkungan yang berasal dari limbah, pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengurangan bahan bakar fosil dan pupuk kimia.
“Tahun ini kami akan melanjutkan program-program yang sejalan dengan aspek ESG untuk mendukung strategi pertumbuhan kami di masa depan, antara lain program penanaman kembali di perkebunan kami di Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara 1, pembangunan infrastruktur di perkebunan Papua Barat dan pembangunan pabrik pupuk organik (kompos) di perkebunan Kalimantan Barat sebagai kelanjutan dari program yang telah kami terapkan sebelumnya di Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara 2,” kata Direktur Utama ANJ, Lucas Kurniawan, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)










