InfoSAWIT, JAKARTA - Guna terus memberikan informasi yang update mengena produksi kelapa sawit dan alur kerja di lapangan, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional, PT Triputra Agro Persada Tbk., (TPG), telah mengembangkan sistem digital untuk perkebunan kelapa sawit. Setidaknya perusahaan milik TP Rachmat ini sedang mengembangkan 4 teknologi terbaru untuk pengelolaan perkebunan kelapa sawitnya.
Diungkapkan, Corporate Secretary TPG, Joni Tjeng, yang pertama, sampai saat ini pihanya sedang mengembangkan teknologi berbasis eBBC.ai merupakan upgrade dari aplikasi mobile untuk panen, baik untuk di perkebunan kelapa sawit maupun untuk di kebun karetnya.
Lebih lanjut kata Joni, pengembangan versi terbaru ini segera selesai dan akan di implementasikan di lapangan. Terbaru dari teknologi ini adalah adanya perhitungan otomatis dalam mengecek hasil panen dan mampu menampilkan jumlah Tandan Buah Segar (TBS) Sawit yang di panen. “Pengembangannya akan menuju pada aplikasi penghitungan panen dengan akurasi yang tinggi,” katanya saat Webinar yang diadakan Samuel Sekuritas dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.
Kata Joni, proses pengembangan teknologi ini sudah mencapai sekitar 47%. Dalam pengembangan teknologi ini akan mengarah pada pengecekan kualitas produksi dan kualitas validasi, yang akan digunakan oleh Asisten Kebun, Asisten Pabrik dan Kepala Asisten.
Selain teknologi panen, yang kedua, perusahaan juga sedang mengembangkan aplikasi Mobile Inspection, merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya, dimana teknologi ini akan memberikan saran yang pintar, inspeksi dengan menampilkan peta yang akan membantu tim dalam melaporkan kondisi jalan, mencatat Problem Identification and Corrective Action merupakan alat kontrol bagi setiap organisasi dalam mengamati proses PDCA (Plan, Do, Check, Action). “Serta merekam dan memonitor proses perbaikan jalan, teknologi ini telah bisa diaplikasikan,” tutur Joni.
Ketiga, penggunaan teknologi drone dalam mengontrol hama dan penyakit serta untuk pengecekan titik panas berbasis kamera. Pengembangan teknologi ini telah mencapai 50% dan akan sangat berguna dalam upaya pencegahan kebakaran di areal perkebunan kelapa sawit.
Keempat, teknologi yang disebut OneClick, merupakan pengkonsolidasian sumber data untuk laporan ke manajeman. “Kami telah menambahkan pengembangan terbaru seperti seiryuka (sistem informasi yang lancar), untuk kebutuhan panen, pemeliharaan, persetujuan alur kerja, serta mobile system,” tandas Joni. (T2)










