InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik pada Senin (11/4/2022) menjelang data resmi ekspor Maret 2022 dari MPOB, sehingga memperpanjang kenaikan harga disaat adanya perkiraan pasokan minyak kedelai yang lebih ketat.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 71 per ton, atau naik sekitar 1,2%, menjadi RM 5.992 (US$ 1.417,89) per ton di awal perdagangan. Sepekan lalu, tercatat harga minyak sawit telah naik sekitar 6,4%.
Dilansir Reuters, ekspor produk minyak sawit asal Malaysia untuk periode 1-10 April tercatat turun 25,6% menjadi 278.621 ton dibandingkan pada Maret 2022 pada periode yang sama, surveyor kargo Intertek Testing Services mengatakan pada hari Minggu.
sementara harga minyak mentah turun tipis US$2 per barel di awal perdagangan di Asia, menyusul penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah konsumen dunia mengumumkan rencana untuk merilis rekor volume minyak mentah dan produk minyak dari stok strategis dan karena adanya penutupan akes di China yang berlanjut.
Harga minyak mentah di Bursa Berjangka yang melemah membuat minyak kelapa sawit menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.
Perdagangan minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat naik pada hari Jumat (8/4/2022) setelah Departemen Pertanian AS (USDA) menurunkan perkiraan untuk produksi kedelai di Amerika Selatan termasuk di AS.
Harga kedelai di bursa Chicago BOcv1 turun 1% sebelumnya tercatat ada kenaikan hampir 3% pada hari Jumat. Kontrak kedelai teraktif Dalian, DBYcv1 naik 0,4%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 0,3%.
Analis teknikal Reuters Wang Tao mencatat, harga minyak sawit bisa menembus angka RM 5.966 ton dan bisa naik tipis ke RM 6.104 per ton. (T2)







