InfoSAWIT, SINGAPURA - Bank of East Asia, Limited (“BEA”) dan Wilmar International Limited (“Wilmar”) telah menandatangani perjanjian pembiayaan selama tiga tahun senilai US$ 100 juta Sustainability-Linked Loan (“SLL”). Berdasarkan fasilitas tersebut, tingkat bunga akan dikurangi secara berjenjang jika Wilmar mencapai serangkaian target yang telah ditentukan sebelumnya yang mencakup berbagai faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (“ESG”) yang komprehensif.
Ini termasuk indikator kinerja utama internal Wilmar serta standar eksternal, salah satunya adalah terus dimasukkannya dalam penilaian Dow Jones Sustainability Index (“DJSI”) Asia Pasifik. Merupakan indikator penilaian lingkungan semenjak 1999, DJSI Asia Pasifik telah mengevaluasi 600 perusahaan terbesar di pasar utama Asia Pasifik dan mengakui 20%teratas berdasarkan indikator ESG.
Wilmar telah berada di DJSI Asia Pasifik semenjak November 2020 lalu – sebuah pencapaian yang mencerminkan posisinya sebagai pemimpin keberlanjutan di sektor agribisnis. Pada November 2021, Wilmar mencetak 70 poin dibandingkan dengan skor rata-rata global 25 poin dalam kategori yang sama, sementara skor di atas persentil ke-90 untuk indikator yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, strategi untuk pasar negara berkembang, manajemen hubungan pelanggan serta manajemen risiko dan krisis. Wilmar adalah satu-satunya perusahaan agribisnis dari empat perusahaan Singapura yang masuk dalam Indeks tersebut tahun 2021.
Diungkapkan, General Manager BEA Cabang Singapura, Oh Ah Guat, sejalan dengan visi perusahaan sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka dalam hal keberlanjutan, BEA berkomitmen untuk membiayai perusahaan dan proyek yang menciptakan nilai bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara Chief Financial Officer Wilmar, Charles Loo mengatakan pihaknya senang bisa bekerja sama dengan The Bank of East Asia, Limited dalam fasilitas SLL pertama secara bersama-sama. Sampai saat ini, sejak 2017 lalu Wilmar telah menandatangani lebih dari 10 SLL, memperoleh lebih dari US$ 1,5 miliar pembiayaan berkelanjutan. “Itu semua tetap menjadi bagian dari pendekatan holistik kami untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan kami ke dalam operasi bisnis kami di setiap tingkat,” tandas Charles Loo, dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT. (T2)










