Berita Lintas
sawitbaik

Harga Minyak Sawit Kembali Naik, Menyusul Stok yang Menipis



Foto: Hendra_sawitfest 2021 / Ilustrasi Proses Minyak Sawit
Harga Minyak Sawit Kembali Naik, Menyusul Stok yang Menipis

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Selasa (12/4/2022), mencapai puncak tertinggi selama tiga minggu, menyusul persediaan minyak sawit di Maret 2022 yang kian menipis.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juni 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 123 per ton, atau naik sekitar 2,05%, menjadi RM 6.128 (US$ 1.447.50) per ton pada awal perdagangan, tertinggi sejak 24 Maret lalu.

Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Maret tercatat melorot ke level terendah dalam setahun, ini terjadi akibat adanya kenaikan ekspor yang tinggi dan menurunnya impor akibat produksi yang lemah, menurut Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), pada Senin  (11/4/2022).

Menurut catatan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia pada Senin, ekspor minyak sawit untuk periode 1-10 April turun 26,8% dari bulan lalu pada periode yang sama.

Sementara minyak mentah di Bursa Berjangka naik lebih awal karena pasar menimbang potensi sanksi lebih lanjut pada sektor energi Rusia dan OPEC memperingatkan tidak mungkin untuk meningkatkan produksi yang cukup guna mengimbangi hilangnya sebagian pasokan.

Saat ini, dengan harga minyak mentah di bursa berjangka yang lebih kuat membuat minyak kelapa sawit menjadi pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian DBYcv1 naik 1,2%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 2,2%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 1%.

Analis teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit bisa saja mencapai RM 6.104 per ton, atau bisa naik dengan kisaran RM 6.188 – RM 6.326 per ton. (T2)