InfoSAWIT, BOGOR – Diungkapkan Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI), sebuah lembaga yang menaungi para akademisi dan peneliti kelapa sawit di seluruh Universitas di Indonesia, Darmono Taniwiryono, pihaknya sangat mendukung pola integrasi sawit sapi dilakukan di perkebunan kelapa sawit nasional.
Padahal sebelumnya kata Darmono, dirinya sempat khawatir dengan penerapan pola integrasi sawit-sapi akan menularkan spora jamur ganoderma. Namun ternyata tatkala melakukan safari ganoderma, ternyata hampir semua perkebunan kelapa sawit yang tidak menerapkan pola integrasi sawit-sapi pula terkena penyakit ganoderma, bahkan dengan kondisi yang lebih parah.
“Sebab itu saya berkeyakinan bahwa dengan adanya sapi di perkebunan kelapa sawit, atau di areal perkebunan kelapa sawit, yang khususnya dikandangkan justru memberikan manfaat bagi perkebunan kelapa sawit, serta bisa menekan pengembangan ganoderma, asalkan para pelaku usaha sawit dapat mengelola sapinya dengan baik,” ungkap Darmono, dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT, belum lama ini
Lebih lanjut kata Darmono, adanya pola integrasi sawit-sapi telah memberikan keuntungan tambahan dengan adanya pupuk kandang guna keperluan aplikasi pupuk organik di areal perkebunan kelapa sawit, berguna saat harga pupuk saat ini sedang melambung tinggi. “Terlebih lagi bila pupuknya bisa pula menjadi cendawan antagonis bagi ganoderma,” tandas Darmono. (T2)







