Berita Lintas
sawitbaik

Harga Minyak Sawit Masih Naik, Kekhawatiran Pasokan Musababnya



Dok. InfoSAWIT
Harga Minyak Sawit Masih Naik, Kekhawatiran Pasokan Musababnya

InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit d Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik pada Senin (18/4/2022) menyusul adanya  penguatan harga minyak nabati di pasar Bursa Dalian China, didukung oleh kekhawatiran yang berkepanjangan atas pengetatan pasokan global di tengah konflik Rusia-Ukraina.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juli 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sekitar 0,73% menjadi RM 6.366  (US$ 1.500,35) per ton pada awal perdagangan. Selama seminggu lalu Kontrak minyak sawit membukukan kenaikan mingguan sekitar 9%.

Seperti dilansir InfoSAWIT dari Reuters, ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-15 April 2022 tercatat menurun antara 14%  hingga 23% dibandingkan bulan Maret 2022 lalu pada periode yang sama, catat laporan surveyor kargo.

Sementara itu, perusahaan raksasa makanan asal Italia, Ferrero, berencana menghentikan pasokan minyak sawit dari Sime Darby, menyusul adanya temuan Bea Cukai Amerika Serikat yang menemukan proses budidaya kelapa sawit yang dilakukan perusahaan asal Malaysia tersebut menggunakan skim kerja paksa

Kontrak soyoil teraktif Dalian, DBYv1 naik 0,13%, sementara kontrak minyak sawit DCPv1 naik 1,85%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,87%.

Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit akan berada di sekitar RM 6.548 per ton, dengan kemungkinan akan naik dikisaran RM 6.664 – RM 6.686 per ton.

Lantas, untuk harga minyak mentah dunia masih menunjukkan harga yang terus meningkat, menyusul adanya kekhawatiran pasokan yang semakin ketat, dan adanya krisis yang semakin dalam di Ukraina, serta adanya rencana sanksi lebih besar ke Rusia.

Harga minyak mentah yang terus menguat membuat minyak kelapa sawit menjadi pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel. (T2)