Berita Lintas
sawitbaik

Berikut Tantangan Produksi Minyak Sawit di 2022



foto: Tarigan/SawitFest 2021
Berikut Tantangan Produksi Minyak Sawit di 2022

InfoSAWIT, JAKARTA - Dalam laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit Indonesia diprediksi bakal kembali pulih setelah sebelumnya sempat menurun 0,9% menjadi sekitar 46,6 juta ton di tahun 2021.

Sementara Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) memperkirakan produksi minyak sawit Malaysia selama 2021 akan hanya mencapai 18,3 juta ton, lebih rendah 0,9 juta dibandingkan produksi minyak sawit di tahun 2020 yang mencapai 19,2 juta ton.

Memasuki tahun 2022, produksi kelapa sawit Indonesia diperkirakan akan pulih, ini terjadi lantaran pengelolaan perkebunan yang baik dan tidak ada penghentian operasi termasuk tidak adanya dampak dari iklim La Nina (curah hujan tinggi).

Namun merujuk laporan Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC), untuk di Malaysia sejak dimulainya pandemi Covid-19 pada tahun 2020, pekerja asing yang berjumlah sekitar 75% dari sekitar 500.000 pekerja pemanen yang dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit Malaysia, tidak dapat kembali karena pembatasan di pintu perbatasan.

Kondisi ini telah memangkas hasil produksi minyak sawit Malaysia, Direktur Riset Perkebunan ASEAN, Leow Huey Chuen memperkirakan produksi minyak sawit di 2022 masih akan menjadi tantangan, apalagi aplikasi pupuk masih dianggap belum maksimal semenjak periode tahun 2018/2019 lantaran kondisi harga CPO yang masih rendah. (T2)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Februari 2022