InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Gabunngan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Total ekspor sawit bulan Februari mencapai tercatat turun menjadi 2.098 ribu ton dibandingkan dengan bulan Januari yang mencapa 2.179 ribu ton, atau terjadi penurunan 3,7%.
Diungkapkan Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, sehingga walaupun harga bergerak naik, nilai ekspor minyak sawit bulan Februari yang mencapai US$ 2.799 juta, lebih rendah 0,6% dari nilai bulan Januari sebesar US$2.816 juta
Lebih lanjut dari data GAPKI, penurunan ekspor yang besar terjadi untuk tujuan Afrika sebanyak 153,3 ribu ton, yakni dari 278,1 ribu ton di bulan Januari menjadi 134,7 di bulan Februari atau terjadi penurunan 54%. “Penurunan yang cukup besar juga terjadi untuk tujuan Filipina sebesar -55% dari 63,8 ribu ton di bulan Januari menjadi 28,7 ribu ton di bulan Februari,” catat Mukti dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT, Selasa (19/4/2022).
Demikian pula ekspor untuk tujuan Rusia turun 7,8% dari 69,6 ribu ton pada Januari menjadi 64,2 ribu ton pada Februari. Ekspor ke Ukraina fluktuatif dengan rata-rata bulanan pada 2021 sebesar 25 ribu ton. Pada Januari 2022, ekspor ke Ukraina turun menjadi hanya 256 ton sedangkan pada Februari pulih dan mencapai 15,28 ribu ton.
Sementara, ekspor untuk tujuan Belanda, China, India, Bangladesh dan Malaysia naik cukup besar. Ekspor ke Belanda di bulan Februai mencapai 184,41 ribu ton naik dari 128,27 ribu pada Januari (+42,21%, sedang untuk China mencapai 240,3 ribu ton naik dari 197,4 ribu ton (+21,7%), untuk India mencapai 290,2 ribu ton naik dari 249,9 ribu ton (+16,12%), untuk Bangladesh mencapai 126,0 ribu ton naik dari 87,6 ribu ton (+43,9%) dan untuk Malaysia mencapai 229,5 ribu ton naik dari 180,4 ribu ton (+27,2%). (T2)













