Berita Lintas
sawitbaik

Sehari Paska Larangan Ekspor CPO Indonesia, Harga Minyak Sawit Global Turun Tipis



Foto: Hendra_sawitfest 2021 / Ilustrasi Proses Minyak Sawit
Sehari Paska Larangan Ekspor CPO Indonesia, Harga Minyak Sawit Global Turun Tipis

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia bergerak turun pada hari Kamis (28/4/2022) setelah melonjak pada sesi sebelumnya, kondisi ini mencerminkan pelaku pasar yang mencoba memahami kebijakan larangan ekspor Indonesia yang mencakup minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juli 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 33 per ton, atau turun sekitar 0,47%, menjadi RM 6.954 (US$ 1.595,69) per ton, melorot dari level tertinggi tujuh minggu pada awal sesi.

Sebelumnya kontrak harga minyak sawit sempat mencapai batas atas harga harian sekitar 10% pada hari Rabu (27/4/2022), setelah Pemerintah Indonesia mengumumkan bakal melarang Crude Palm Oil, Refined, Bleached And Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached And Deodorized Palm Olein, Dan Used Cooking Oil.

Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok (Bapok) masyarakat merupakan hal utama bagi pemerintah. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan paling tinggi dalam setiap pengambilan kebijakan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng sawit di masyarakat..

Dengan diterapkannya larangan tersebut, maka akan menghilangkan sekitar 1,52 juta ton produk minyak sawit dalam sebulan dipasar global, kata Sathia Varqa, salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura. “Harapannya larangan itu akan dicabut dalam tiga minggu,” kata Sathia.

Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 1,6%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 4%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 memperpanjang kenaikan setelah reli ke rekor tertinggi di sesi sebelumnya.

Analis teknis Reuters Wang Tao, harga minyak kelapa sawit mungkin akan tetap berada di RM 7.107 per ton, dengan potensi kenaikan sekitar RM 7.239 – RM 7.419  per ton. (T2)