Berita Lintas
sawitbaik

Harga Minyak Sawit Naik 10,5% Dalam Seminggu, Tertinggi Dalam Setahun Terakhir



Harga Minyak Sawit Naik 10,5% Dalam Seminggu, Tertinggi Dalam Setahun Terakhir

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik pada hari Jumat (29/4/2022) dan menjadi lompatan harga mingguan tertinggi dalam setahun, akibat terbitnya larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng sawit oleh Indonesia, memicu kekhawatiran pasokan, membuat  harga minyak nabati global naik tajam.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 78 per ton, atau naik  sekitar  1,13%, menjadi RM 6.992 (US$ 1.603,67) per ton di awal perdagangan, naik untuk sesi ketiga dalam empat sesi.

Selama periode minggu ini, kontrak harga minyak sawit telah naik 10,5% dan menjadi kenaikan harga yang tertinggi sejak 7 Mei 2021.

Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, dalam mengatasi kekurangan pasokan minyak goreng sawit-nya telah menerbitkan larangan ekspor produk sawit untuk beberapa minggu ke depan. Sementara diungkapkan pihak Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan pelarangan ekspor tersebut hanya sampai Mei 2022

Sementara lantaran kekurangan minyak bunga matahari, Unilever, tela mengubah beberapa produknya dengan minyak kanola, sebagai upaya dalam menekan pengeluaran disaat harga minyak nabati melambung tinggi.

Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 1,3%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 4,5%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,8% setelah melonjak 3,2% semalam.

Analis Teknis Reuters, Wang Tao, memperkirakan harga minyak kelapa sawit akan mencapai RM 7.107 per ton, dengan potensi peningkatan antara RM 7.239 sampai RM 7.419 per ton. Bursa Malaysia akan tutup sementara hingga 5 Mei 2022, karena libur hari raya Idul Fitri 1443 H. (T2)