InfoSAWIT, JAKARTA – Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik pemerintah Malaysia yang beroperasi di Indonesia, Minamas Plantation, mencatat produksi minyak sawit mentah (CPO) terus naik. Pada 2021 lalu produksi CPO Minamas Plantation sebanyak 700 ribu ton, atau ada peningkatan sekitar 16% dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 609 ribu ton.
Peningakatan ini dungkapkan CEO Minamas Plantation, Azmi Jaafar, melalui upaya yang telah dilakukan perusahaan dengan terus menjaga kualitas dan kuantitas produksi. Salah satunya dengan melakukan pemupukan secara rutin.
Kata Azmi, untuk memperoleh pupuk pihaknya telah melalui kontrak pembelian di tahun 2021 lalu. “Jadi harganya tidak terlalu tinggi, karena kami sudah melakukan kontrak perjanjian pembelian di tahu lalu, untuk pengiriman di 2022,” katanya dalam Buka Puasa Bersama Media, Senin (25/4/2022), di Jakarta,.
Lebih lanjut tutur Azmi, dari total produsi CPO perusahaan sektar 20% saja untuk kegiatan ekspor, sisanya sekitar 80% untuk pasar domestik dan diolah sendiri melalui PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery (PT SDO Pulau Laut Refinery), atau sebanyak 407 ribu ton CPO dari produksi CPO perusahaan.
Diakui Azmi, dengan meningkatnya harga CPO di pasar global sedikit banyak telah membantu keuangan perusahaan, lantaran disaat bersamaan harga-harga input pertanian seperti pupuk, herbisida dan lainnya sedang meningkat, belum lagi ada kebijakan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) dengan total potongan sebanyak US$ 575/ton.
“Dengan harga CPO yang masih tinggi di pasar global, adanya pungutan ekspor dan BK, tidak mempengaruhi cashflow perusahaan, karena masih ada selisih keuntungan yang diperoleh perusahaan,” katanya kepada InfoSAWIT.
Sementara, merujuk informasi dari perusahaan, saat ini areal perkebunan kelapa sawit yang dikelola Minamas Plantation mencapai seluas 256 ribu ha, dimana sekitar 191 ha areal yang sudah tertanam, yang tersebar di 8 Provinsi.
Minamas Planntation juga memiliki anak usaha PT SDO Pulau Laut Refinery, yang memiliki kapasitas produksi 2.500 ton/hari, yang berdiri diatas lahan seluas 32 ha. Anak usaha ini mengolah CPO untuk menjadi RBD Palm Oil, RBD Olein, RBD Stearin, Palm Fatty Acid Destilated (PFAD). (T2)













