Berita Lintas
sawitbaik

Ada Kabar Harga Minyak Nabati Bisa Turun Hingga 15% Loh



Ada Kabar Harga Minyak Nabati Bisa Turun Hingga 15% Loh

InfoSAWIT, MUMBAI - Harga minyak nabati, yang telah melonjak sejak Februari 2022 lalu menyusul adanya ketegangan geopolitik dan larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan minyak goreng sawit oleh Indonesia, bisa turun hingga 15% pada Juni 2022.

Diungkapkan, Chief Executive Officer dan Managing Director Adani Wilmar, Angshu Mallick, harga telah mencapai puncaknya dan akan mulai membaik pada bulan Juni depan dan seterusnya dengan perkiraan turun sekitar 10-15%. Selain itu, Indonesia juga sudah sepatutnya mencabut larangan ekspor minyak sawit pada 10 Mei.

Sementara itu dilansir Financial Express, Adani Wilmar mencatat terdapat kenaikan harga rata-rata 30-35% untuk minyak nabati selama kuartal yang berakhir pada 31 Maret. Biaya bahan baku yang dikonsumsi dalam tiga bulan hingga Maret 2022 naik 40% dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama menjadi Rs 13.666 crore. “Untuk tahun penuh yang berakhir Maret, biaya bahan baku naik 49% dibanding tahun lalu pada periode yang sama menjadi Rs 48.214 crore,” katanya.

Lebih lanjut, Mallick mengatakan setelah terjadinya perang Ukraina-Rusia yang membuat pasokan minyak nabati defisit, ditambah Indonesia tiba-tiba melarang ekspor minyak sawit. "Kami merasa puncaknya sudah lewat. Sekarang, persoalan harga turun karena tidak ada kabar buruk lagi," katanya.

Perkiraan Mallick, lantaran Indonesia merupakan negara dengan produksi minyak sawit terbesar di dunia dan kebutuhan domestik lebih kecil dibandingkan ekspor, maka tidak mampu menahan stok terlalu lama akibat kekurangan bulking storage.

Diperkirakan kapasitas tampung tanki timbun di Indonesia hanya akan mampu menampung 7-15 hari, bila tidak diimbangi dengan ekspor maka tanki timbun minyak sawit tidak bisa lagi menampung. “Saya merasa bahwa pada 10 Mei, itu harus mulai mengekspor dan harga harus mulai turun karena tidak ada alasan lain tersisa untuk harga yang lebih tinggi," katanya.

Sementara itu India tercatat guna memenuhi pasokan minyak nabatinya setiap tahun sebanyak lebih dari 55% dipenuhi oleh impor, baik dalam bentuk mentah maupun olahan. Impor minyak sawit India mencapai 7,2 juta ton per tahun dari Indonesia dan Malaysia pada periode 2021-2022, dimana sebnyak 5,4 juta ton dalam bentuk minyak sawit mentah (CPO). (T2)