Berita Lintas
sawitbaik

MPOC Prediksi Permintaan Minyak Sawit India Turun di 2022



Dok. InfoSAWIT
MPOC Prediksi Permintaan Minyak Sawit India Turun di 2022

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan permintaan minyak sawit India akan berkurang pada tahun 2022, lantaran harga minyak sawit tinggi, disamping produksi minyak nabati dalam negeri yang lebih tinggi dan bea masuk saat ini, lebih mendukung minyak kedelai.

MPOC memprediksi impor minyak sawit India menjadi lebih rendah sekitar 5% lebih pada tahun 2022, atau hanya mencapai 8,2 juta ton. Penyebab utamanya, pertama, ialah tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) saat ini yang menghambat permintaan.

Kedua, India diperkirakan akan mencatat produksi minyak nabati dalam negeri yang lebih tinggi pada tahun 2022, atau diperkirakan bakal tumbuh sekitar 10-15%, terutama berasal dari produksi lobak, yang akan mengurangi permintaan impor.

Ketiga, struktur bea masuk yang berlaku saat ini berpihak pada minyak kedelai mentah (SBO) karena bea masuk yang dikenakan pada SBO hanya 5,5%, lebih dari bea masuk yang dikenakan pada CPO (8,25%), sedangkan minyak sawit olahan dikenakan bea masuk yang lebih tinggi sebesar 13,75%. Mengingat kesenjangan harga SBO-CPO yang dapat diabaikan saat ini, mengimpor SBO di India relatif lebih murah. (T2)

Untuk lebih lengkap Baca Majalah InfoSAWIT Edisi Februari 2022