Berita Lintas
sawitbaik

Nasionalisme NKRI Harus Terlibat Selamatkan Masyarakat Dunia.



Foto: Afrinaldi zulhen/SawitFest 2021 - Ilustrasi Lanskap Sawit
Nasionalisme NKRI Harus Terlibat Selamatkan Masyarakat Dunia.

InfoSAWIT, Jakarta -Merujuk data US Department of Agriculture (USDA), National Nutrient Database for Standard Reference (2016), minyak goreng sawit merupakan bagian dari kelompok minyak dan lemak nabati, yang memiliki komposisi kandungan gizi per 100 gram minyak kelapa sawit terdapat kandungan energi makanan (food energy), kandungan lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal,  vitamin E (tokoferol) dan vitamin K (filokuinon).

Kandungan gizi dan vitamin yang berada didalam minyak sawit, menurut Priyanto PS, menjadi bagian dari pilihan utama masyarakat dunia, dalam mengonsumsi minyak makanan berbahan baku CPO. Pasalnya, keberadaan CPO telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat dunia, sehingga kebutuhan konsumsinya selalu meningkat setiap tahunnya. 

“Presiden Jokowi harus bergegas mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan masyarakat dunia, dengan segera mencabut larangan sementara ekspor CPO dan produk turunannya. Dengan menyuplai kebutuhan pasar dunia, maka Indonesia turut berpartisipasi dalam menyelamatkan masyarakat dunia dari kelaparan dan kekurangan gizi berkepanjangan di masa depan,” tutur Priyanto PS kepada InfoSAWIT.

Ketua Umum KAINSTIPER ini juga menjelaskan, dengan dibukanya kran ekspor CPO, selain berperan besar dalam penyelamatan masyarakat dunia, sekaligus juga mendukung tumbuh dan berkembangnya industri dan petani kelapa sawit nasional. “Kita juga harus memiliki kesadaran bersama, bahwa produk sawit Indonesia sudah terbukti, dapat menjadi pemasok kebutuhan minyak nabati dunia. Sebab itu, kita harus memiliki keberanian dan mampu menjadi pemain utama yang dapat mengatur perdagangan komoditas global ini,” kata Priyanto PS, lebih lanjut menegaskan,”Nasionalisme harus terpanggil dari jiwa-jiwa patriot bangsa, supaya mampu berdiri tegak dalam menetapkan kriteria pembangunan sawit lestari, berdasarkan prinsip-prinsip nasional dan tidak menyerahkan diri untuk diatur oleh orang lain”. (T1)