Berita Lintas
sawitbaik

Peluang Bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Biogas POME ( Palm Oil mill Efluent )



Ramalan akan terjadinya Booming PLTB POME nampaknya akan segera tiba. Dengan ditandai oleh dorongan dari Pemerintah telah menyediakan regulasi dan insentif yang cukup agar energi terbarukan dapat berkembang secara cepat, antara lain termasuk feed in tariff (FIT).

Saat ini Kementerian ESDM sedang memfinalisasi revisi kebijakan harga untuk biomassa agar dapat mempercepat implementasinya secara masif.Sesuai PERMEN ESDM Nomor 04 Tahun 2012 harga jual ke PLN sebesar Rp 975 per- Kwh .Dan untuk Revisi FIT yang baru RP 1.050 untuk biogas dan Rp 1.150 untuk biomassa ditambah dengan subsudi sebesar Rp 400.000,- apabila sebagai pengganti pembangkit listrik tenaga diesel ( PLTD ).

Bisnis PLTB POME yang biasanya dilihat sisi sebelah mata oleh para pengusaha perkebunan kelapa sawit karena secara ekonomis untuk IRR hanya berkisar 13 % maka dengan FIT yang baru untuk IRR berkisar 26 – 29 % dengan  Payback period  selama 4 tahun.

Kelebihan PLT Biogas berbasis limbah cair sawit antara lain siap beroperasi secara stabil selama 24 jam tidak dipengaruhi faktor cuaca, ramah lingkungan serta listrik yang dihasilkan relatif murah dibandingkan dengan pembangkit listrik berbasis BBM (genset diesel atau PLTD).

Teknologi

Belum adanya standarisasi teknologi pada PLTB POME  sangat perlu dipertimbangkan apalagi PLTB POME semata mata  buhkan hanya dipakai sebagai proyek clean development mechanism (CDM)tetapi sebagai proyek investasi jangka panjang.Dimana jaringan transmisi  on grid dengan PLN yang harus dipikirkan selama 20 tahun karena pengembang  PLTB  POME mempunyai kontrak power purchasing agreement ( PPA ) selama 20 tahun.

Saat ini di negara tetangga kita Thailand , Malaysia telah menggunakan 3 teknologi yang sudah provent yaitu 1.teknologi CIGAR ( Compact In Ground Anaerobic reactor ) atau umumnya dikenal dengan Covered Lagoon 2.CSTR ( Completely Stirred Reactor ) 3.UASR ( Uplow Anaerobic Sludge Reactor).

Ke 3 teknologi tersebut mempunyai sisi kelebihan dan kelemahan masing - masing.Untuk itu perlu disimak dengan sangat hati-hati, mana kira-kira yang cocok dalam penggunaannya.Sebagai contoh wilayah daerah yang akan dibangun sering terjadinya gempa maka apabila pengembang mengunakan teknologi SCTR & UASR  maka akan terjadi retakan di pondasi reaktor digester sehingga akan mempengaruhi produksi  gas Methane.Padahal didalam PPA dengan PLN ada pasal akan jaminan pasokan listrik tentu PLN akan memberikan denda dan akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi pengembang.

Gas Engine

Sistem transmisi energi baru terbarukan yang akan diinterkoneksi  dengan jaringan transmisi  PLN ( On grid ) perlu kestabilan tegangan dan biasanya pihak PLN meminta kepada pengembang swasta  ( IPP = Independent Power producer ) untuk melakukan study interconection .Sangat penting didalam pemilihan gas engine yang tepat  dengan efisiensi yang tinggi dan provent untuk menjamin kestabilan tegangan (  produk  eropa gas engine )dan ketersedian perawatan dan pelayanan terhadap kerusakan.

Financing

Ada banyak lembaga keuangan di Indonesia yang siap membeayai  proyek  PLTB POME.Salahsatunya yaitu Danareksa  .Danareksa tidak membutuhkan persyaratan berbelit  yang biasanya terjadi pada lembaga keuangan lainnya karena belum adanya succes story .Danareksa tidak membutuhkan persyaratan kolateral  dikarenakan off Taker nya jelas yaitu PLN.

Ada banyak kiat dan strategi dalam mengembangkan pembangkit listrik biogas POME yang intinya kita harus berpikiran panjang  selama 20 tahun dan jangan tergoda dengan penawaran teknologi yang murah tetapi setelah 5 tahun kedepan bermasalah.Tentu masalah itu akan menjadi angin buruk bagi iklim investasi proyek PLTB POME di Indonesia. Dengan ketidak kepercayaan lembaga keuangan untuk mau membeayai proyek PLB POME kedepan sebagaimana proyek PLT Surya dan sebagian PLT Mini Hydro.

Semua ini peluang dan tantangan PLTB POME akan dibahas di acara workshop “Biogas Pome Power Plant Investment Outlook 2014 “

Lebih lanjut Hubungi:

Hieronimus Erwin Indrawan

Email : marketing@infosawit.com atau sawit.magazine@gmail.com