InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia melanjutkan perdagangan pada Selasa (17/5/2022) dengan akhir pekan yang panjang, menyusul kerugian akibat melorotnya harga minyak nabati lain, untungnya kerugian itu tidak jatuh dalam lantaran ditutup oleh ekspor yang kuat para paruh pertama Mei 2022.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 64 per ton, atau menurun sektar 1,04%, menjadi RM 6.075 (US$ 1.382,88) per ton selama awal perdagangan.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk 1-15 Mei naik 20,6% menjadi 569.233 ton, dibanding pada bulan April yang hanya mencapa 472.181 ton pada periode yang sama, demikian catat surveyor kargo Intertek Testing Services.
Berita tentang larangan ekspor gandum India pada Sabtu (14/5/2022) telah memberi tekanan pada harga minyak kedelai di bursa berjangka, di tengah pertanyaan tentang efek domino larangan tersebut terhadap permintaan impor minyak nabati India.
Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,4%. Kontrak kedelai teraktif Dalian, DBYcv1 turun 1%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 kehilangan 2,4%.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, hargaminyak sawit diprediksi bisa naik ke RM 6.602 per ton, lantaran mampu stabil di sekitar RM 6.290 per ton. (T2)










