Berita Lintas
sawitbaik

Volume Ekspor Minyak Sawit Indonesia Maret Turun 80 Ribu Ton, Stok Melonjak



Foto: Hendra_sawitfest 2021 / Ilustrasi Proses Minyak Sawit
Volume Ekspor Minyak Sawit Indonesia Maret Turun 80 Ribu Ton, Stok Melonjak

InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), nilai ekspor produk minyak sawit bulan Maret mencapai US$ 3,5 milyar naik US$ 713 juta dari bulan Februari yang hanya mencapai US$ 2,7 milyar pada periode yang sama.

Volume ekspor bulan Maret sebesar 2,01 juta ton atau 80 ribu ton lebih rendah dari ekspor bulan Februari yang mampu mencapai 2,09 juta ton. Penurunan terbesar terjadi pada refined palm oil dari 1,6 juta ton pada bulan Februari menjadi 1,54 juta ton pada bulan Maret dan oleokimia dari 298 ribu ton pada bukan Februari menjadi 342 ribu ton pada bulan Maret.

“Tujuan ekspor yang mengalami penurunan terbesar adalah Rusia yang turun hingga 50% diikuti oleh Malaysia yang turun 41% dan Belanda yang turun dengan 33%,” kata Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis diterima InfoSAWIT, Kamis (19/5/2022).

Sementara, Konsumsi dalam negeri bulan Maret mencapai 1,50 juta ton naik dari 1,37 juta ton pada bulan Februari. Kenaikan terbesar terjadi untuk keperluan pangan yang naik menjadi 635 ribu ton dari 489 ribu ton pada bulan Februari (+146 ribu ton). Konsumsi untuk oleokimia relatif tetap sedangkan konsumsi untuk biodiesel sedikit turun menjadi 697 ribu ton dari 710 ribu ton pada bulan Febuari.

Masih dalam laporan GAPKI, untuk produksi pada bulan Maret naik menjadi 3,7 juta ton untuk CPO dan 368 ribu ton untuk PKO dari 3,5 juta ton untuk CPO pada bulan Februari dan 329 ribu ton untuk PKO karena faktor musiman.

“Kenaikan produksi yang cukup tinggi sangat melegakan setelah stagnan untuk periode yang cukup panjang. Dengan produksi, konsumsi dalam negeri dan ekspor, stok akhir Maret minyak sawit naik dari 5,04 juta ton menjadi 5,68 juta ton,” tandas Mukti.  (T2)