InfoSAWIT, JAKRATA - meskipun sulit dan berat menjalani 28 hari masa-masa sulit sejak Presiden Joko Widodo melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goeng, berakibat anjloknya harga tandan Buah Segar (TBS) sawit Petani sampai 70%.
“Tapi kami Petani Sawit berhasil melalui nya dan menunjukkan komitment bernegara, tidak melakukan hal-hal anarkis,” demikiang ungkap Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung, dalam keterangan tertulis kepada InfoSAWIT, Kamis (19/5/2022).
Lebih lanjut tutur Gulat, sawit adalah sumber nafkah kami sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia, sawit juga telah menjadikan Indonesia disegani dunia. “Kami sepakat MGS (minyak goreng sawit) harus tersedia dan terjangkau di masyaralat (domestik), dan kami Petani Sawit sangat terhormat diberi kesempatan untuk mewujudkan harapan Presiden tersebut,” ungkapnya.
Tutur Gulat, Presiden mengambil keputusan yang tidak populer tersebut tentu sudah sangat-sangat mempertimbangkannya dari semua aspek dan terukur. “Oleh karena itu Mari kita jadikan peristiwa tersebut sebagai intropeksi diri Sawit Indonesia dan menjadikan nya pelajaran hebat untuk naik kelas nya tatakelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, terkhusus naik kelasnya Petani sawit menatap masa depannya,” tandas Gulat. (T2)













