INFOSAWIT/JAKARTA- Merosotnya harga CPO dunia, faktanya telah memukul industri hilir kelapa sawit nasional. Merujuk Informasi dari Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), proyeksi industri hilir pada 2014 lalu tidak begitu menggembirakan, lantaran produksi CPO nasional diperkirakan mencapai sebanyak 23,6 juta ton dengan komposisi dimana sekitar 42% (9,9 juta ton) berupa CPO dan sekitar 58% atau sebanyak 13,7 juta ton.
Menurut Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, dibandingkan sepanjang 2 tahun silam, lantaran komposisi ekspor CPO dan turunan di Indonesia masih kalah jauh. Pada tahun 2012 silam dari total ekspor CPO nasional mencapai 20,7 juta ton, komposisi ekspor produk CPO olahan mencapai 12,6 juta ton (60,8%), sementara ekspor CPO hanya mencapai 8,1 juta ton atau sekitar 39%.
Sedangkan total ekspor CPO dan turunannya pada tahun 2013 sebanyak 22,9 juta ton, dimana ekspor CPO mencapai 8,9 juta ton (39%) dan ekspor produk olahan CPO sebanyak 13,9 juta ton atau sekitar 61%. “Sebab itu perlu ada restrukturisasi pengenaan BK dan pemberian insentif,” tandas Sahat kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta. (T2)







