InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia pada Senin (30/5/2022) turun untuk kedua kalinya, menyusul masih belum ada kepastian dimulainya kembali ekspor minyak sawit Indonesia.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Agustus 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 0,61% per ton menjadi RM 6.314 (US$ 1.446,51) per ton pada awal perdagangan.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, pemerintah Indonesia berencana mengalokasikan sekitar 1 juta ton minyak sawit untuk ekspor, kata seorang pejabat di Kementerian Perdagangan, Jumat (27/5/2022), termasuk belum ada kepastian untuk berapa waktu alokasi itu.
Sebelumnya, Analis minyak nabati asal India, Dorab Mistry pekan lalu mendesak Indonesia untuk segera melanjutkan ekspor minyak sawit, memperingatkan bahwa penghentian ekspor yang diperpanjang lantaran menunggu rincian aturan penjualan domestik dapat menyebabkan "malapetaka" bagi petani.
Sementara, kontrak kedelai teraktif Dalian, DBYc1 diperdagangkan lebih rendah 0,13%, sementara kontrak minyak sawit DCPc1 naik 2,94%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,05%.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit mungkin akan berada di kisaran RM 6.220 per ton. (T2)










