Berita Lintas
sawitbaik

9 Anggota Deklarasi Amsterdam Buka Peluang Kerjasama Minyak Sawit Berkelanjutan



9 Anggota Deklarasi Amsterdam Buka Peluang Kerjasama Minyak Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA – Perwakilan sembilan negara Uni Eropa yang tergabung dalam Amsterdan Declaration Partnership (AMP), berkunjung ke Indonesia guna mendiskusikan pengembangan perkebunan kelapa sawit khusus terkait praktik kelapa sawit berkelanjutan dan peluang kerjasama.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain dari pihak Duta Besar (Dubes) antara lain Dubes Denmark Lars Bo Larsen, Dubes Norwegia Rut Kruger Giverin, Dubes Spanyol Francisco De Asis Aguilera, Dubes Jerman Ina Lepel, Dubes Uni Eropa Vincent Piket, serta perwakilan dari Dubes Belanda dan Dubes Belgia.

Diungkapkan, Deputi Menko Bidang Koordinasi Pangan Dan Agribisnis, Musdhalifah Machmud, pemerintah Indonesia memastikan penerapan praktik kelapa sawit berkelanjutan melalui kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), lantas Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB), serta mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta program pengembangan Program Pengembangan Lanskap Berkelanjutan.

“Dari kesemua program, pemerintah harus mempertimbangkan beberapa aspek sebagai tolak ukur keberhasilan, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ungkap Musdhalifah.

Sementara diungkapkan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, pula memastikan bahwa pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit tetap mengikuti standard ISPO, bahkan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kata Joko, Sebagai bagian dari industri dunia, GAPKI juga menggalakan kemitraan dengan petani sawit sebagai salah satu dominasi di sektor hulu.

The Amsterdam Declarations Partnership (ADP) yang kali ini dipimpin Denmark adalah suatu kemitraan yang ditandatangani oleh Denmark, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Inggris, Spanyol dan Belgia. Kemitraan ini mencoba mendukung banyak pihak dan negara produsen untuk mencapai komoditas berkelanjutan yang juga melindungi hutan.

“Kemarin, Dubes Denmark mengundang Pemerintah RI, Dubes lainnya dan pihak yang berkecimpung (termasuk swasta dan petani) dalam perkebunan sawit berkelanjutan untuk melihat peluang kerjasama dan saling mendukung sehingga sawit yang dihasilkan bisa lebih produktif dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Chairperson Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Fitrian Ardiansyah, kepada InfoSAWIT, Sabtu (4/6/2022) di Jakarta.

Lebih lanjut tutur Fitrian, Negara-negara di Uni Eropa masih dianggap pasar yang memiliki value dan support dari negara dan pihak di sana akan membantu leading ke akses pasar yang lebih baik.

Pada Kesempatan tersebut Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung mengatakan, petani juga telah memastikan menerapkan praktik sawit berkelanjutan, misalnya tiak lagi menambah luasan lahan dan mengembangkan kelapa sawit dengan cara intensifikasi. Dimana program tersebut didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dengan PSR ini sekaligus sudah masuk ke konsep ISPO karena semua persyaratan ISPO ada di dokumen PSR. “BPDPKS juga sangat komit mendukung kami menuju keberlanjutan melalui peningkatan SDM Petani sawit,” kata Gulat.

Lebih lanjut Gulat menyatakan keinginan petani sawit Indonesia untuk berkomunikasi dengan petani lain di masing-masing negara yang hadir pada hari ini, guna menyelaraskan pengetahuan dan pandangan masing-masing mengenai keberlanjutan. “Tentu ada plus minusnya masing-masing negara mengenai keberlanjutan ini dan kami ingin belajar dari sisi positif nya,” tandas Gulat. (T1)