Berita Lintas
sawitbaik

Periode 2018-2022 Rekomtek Peremajaan Sawit Rakyat di Aceh Seluas 30.148 ha



Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Provinsi Aceh, Cut Huzaaima
Periode 2018-2022 Rekomtek Peremajaan Sawit Rakyat di Aceh Seluas 30.148 ha

InfoSAWIT, JAKARTA - Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Provinsi Aceh, Cut Huzaaimah menyambut baik adanya porgram PSR dan bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) yang diluncurkan oleh BPDPKS yang melibatkan lintas Kementerian dan Lembaga seperti Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Luas perkebunan di Aceh saat ini ada sekitar 1 juta hektar (Ha). Dari angka tersebut seluas 50% adalah perkebunan kelapa sawit, dimana sekitar 47% adalah perkebunan kelapa sawit milik perusahaan dan sisanya milik petani perkebunan (pekebun) kelapa sawit.

Rekomtek di Aceh untuk PSR selama periode 2018-2022 seluas 30.148 ha, dimana tahun 2018  sekitar 3 ribu Ha, tahun 2019 sekitar 13 ribu Ha, tahun 2020 sekitar 12 ribu Ha, dan 2021 sekitar 2 ribu Ha, dan  per Juni 2022 sudah seluas 148 Ha.

“Tahun 2020 tercatat agak turun karena sedang pemeriksaan aparat penegak hukum (APH). Kemudian kita pelajari kembali surat bebas kawasan hutan bersama DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan),” jelas Cut Huzaaimah dalam Webinar 5 bertema “Dampak Positif Program Sarpras dan Pengembangan SDM Bagi Petani Sawit” belum lama ini di Jakarta yang dihadiri InfoSAWIT.

Program PSR dan bantuan sarpras membantu dinas daerah dalam mendorong perbaikan budidaya dan alat untuk pekebun sehingga pekebun bisa tumbuh berkembang seperti di Aceh. Bahkan bantuan sarpras yang dahulu 6 Kabupaten, kini menjadi 9 Kabupaten. Adapun luas peremajaan sudah mencapai 300 Ha, pembangunan jalan 950 meter, kemudian bantuan alat trensportasi dan pasca panen hingga bea siswa untuk 28 petani.

Cut Huzaaimah pun membenarkan bahwa dengan adanya bantuan PSR dan sarpras maka sangat membatu petani terlebih  biaya peremajaan tidaklah kecil. “Sebab jika mengandalkan APBD  tidaklah cukup sehingga dengan bantuan dari BPDPKS sangat membantu,” kata Cut Huzaaimah. (T2)