Berita Lintas
sawitbaik

Produsen Biodiesel Tanggung Kerugian US$ 150/ton



Produsen Biodiesel Tanggung Kerugian US$ 150/ton

INFOSAWIT/JAKARTA- Tidak berjalannya program mandatori bahan bakar nabati (BBN) biodiesel, ditengarai lantaran patokan harga pembelian biodiesel yang dilakukan cukup merugikan, menyusul anjloknya harga minyak mentah semenjak Oktober 2014 silam.

Menurut penuturan Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Paulus Tjakrawan, penetapan harga biodiesel merujuk harga Main of Platts Singapore (MOPS) plus 3,48% sudah tidak lagi wajar. Alasannya saat ini harga solar MOPS mencapai US$ 450/ton, sementara harga CPO mencapai US$ 650/ton.

Dengan demikian produsen biodiesel dihadapkan pada kerugian. “Apalagi ditambah harga biaya produksi mencapai US$ 150 per ton,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini Jakarta.

Merujuk harga CPO saat ini mencapai rata-rata US$ 650/ton ditambah biaya produksi sekitar US$ 150/ton, maka sejatinya harga biodisel mencapai US$ 800/ton. Namun akibat patokan harga biodiesel mengacu pada harga MOPS maka harganya berkisar US$ 450/ton plus alpha, akibatnya produsen biodiesel nasional mesti menanggung kerugian sebanyak rata-rata US$ 150/ton. (T2)