Berita Lintas
sawitbaik

Cegah Stunting, Balita dan Ibu Hamil Sekitar Perkebunan Sawit Dapat Suplemen



Cegah Stunting, Balita dan Ibu Hamil Sekitar Perkebunan Sawit Dapat Suplemen

InfoSAWIT, PELALAWAN - Stunting adalah salah satu problema dalam dunia kesehatan. Sebab, stunting atau kekurangan gizi bisa membuat pertumbuhan fisik pada bayi bisa melambat.

Guna mencegah hal ini terjadi pada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Pelelawan, Provinsi Riau, bekerjasama dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Buatan, melakukan pemberian vitamin dan suplemen kepada ibu hamil (bumil) dan balita warga Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Dari keterangan resmi yang diperoleh InfoSAWIT, Senin (6/6/2022), kegiatan yang diselenggarakan beberapa hari lalu itu bertujuan untuk membantu pemerintah dalam pencegahan stunting secara nasional.

Ketua PKK Desa Lalang Kabung, Ani Rahmawati, mengakui bantuan pihak perusahaan bisa sangat membantu bagi para ibu hamil dan balita sekitar perusahaan sawit beroperasi. Apalagi vitamin dan asupan gizi yang diberikan pihak perusahaan justru sangat dibutuhkan dan diperlukan untuk mencegah timbulnya bermacam penyakit, khususnya kekurangan gizi.

Ani menerangkan, di Desa Lalang Kabung saat ini kurang lebih ada 15 bumil dan 120 balita dan semua sangat membutuhkan asupan gizi yang baik untuk perkembangan janin dan tumbuh kembangnya anak. "Dengan adanya bantuan ini dapat melengkapi kekurangan yang ada," ujar Ani.

Parni (34), salah satu ibu rumah tangga di desa tersebut yang saat ini dalam keadaan hamil, sangat berterimakasih kepada aksi baik pihak  perusahaan sawit.

Ia berdoa agar makanan tambahan yang diberi pihak perusahaan bisa membuat bayi yang dikandungnya dalam kondisi sehat dan dapat tercukupi gizinya.

"Saya harap program ini dapat terus berlanjut untuk ibu hamil dan balita. Agar generasi bangsa terhindar dari yang namanya stunting dan berbagai penyakit berbahaya lainnya," kata Parni.

Sementara itu dr Lisa Yulia Sari selaku dokter perusahaan menilai bantuan yang diberikan bersifat menambah asupan gizi,  baik berupa makan tambahan, vitamin, dan susu.

Ia merinci, jenis vitamin dan suplemen yang disediakan pihak perusahaan untuk ibu-ibu hamil yakni vitamin prenatal dan susu.

Lalu untuk bayi di bawah usia lima tahun (balita) usia 0 sampai 12 bulan diberikan  vitamin, susu,  Marie Susu, dan  biskuit. Kemudian, untuk balita 1 sampai 5 tahun diberikan berupa vitamin, biskuit, Marie susu dan Susu Cair.

dr Lisa Yulia Sari mengingatkan kalau batuan itu sebagai pencegahan dini stunting. Ia mengingatkan para ibu hamil agar memerhatikan fase 1.000 hari awal kehidupan saat masa kehamilan dan sampai bayi berumur 2 tahun.

"Itulah cara kami dalam menghindari adanya stunting," tegas dr Lisa Yulia Sari, dokter dari pihak perusahaan. (T5)