InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak kelapa sawit di Bursa Berjangka Malaysia menguat pada Selasa (7/6/2022), lantaran terdapat perkiraan menurunnya persediaan di akhir Mei 2022, pedagang juga sedang memastikan rincian kebijakan penyesuaian kewajiban pasok domestic yang diterapkan pemerintah Indonesia.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Agustus 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 45 per ton, atau naik sekitar 0,7%, menjadi RM 6.498 (US$ 1.478.50) per ton di awal perdagangan.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan rinci mengenai penerapan DMO sesuai Kepmendag No 997 Tahun 2022 dan Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan Tata Kelola Program Minyak Goreng Curah Rakyat yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2022.
Sebelumnya pada pers konferensi secara virtual, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan telah meneteapkna bahwa Persetujuan Ekspor telah diterbitkan untuk 23 perusahan dengan volume mencapai 302 ribu ton.
Sementara, di Malaysia, persediaan minyak sawit akhir Mei 2022 kemungkinan turun 6% dari April menjadi 1,54 juta ton karena output yang lambat dan terdapat lonjakan ekspor, survei Reuters menunjukkan pada hari Jumat.
Ekspor minyak sawit India pada Mei adalah yang tertinggi dalam tujuh bulan dan naik 15% pada April karena negara tersebut mengatasi pembatasan ekspor Indonesia dengan mengambil lebih banyak komoditas dari Malaysia, Thailand dan Papua Nugini, kata lima pejabat industri.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian DBYcv1 naik 0,5%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 0,6%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,2%.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat harga minyak kelapa sawit mungkin berada pada RM 6.386 per ton, dengan potensi adanya penurunan pada kisaran RM 6.204 – RM 6.317 per ton. (T2)










